Jakarta – Buat anak gaul 90-an yang suka nongkrong di mal, pasti udah akrab banget sama nama-nama beken kayak Bata, Timezone, atau Giordano.
Rasanya, merek-merek ini udah kayak bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari beli sepatu sekolah di Bata, main dingdong sampai jari keriting di Timezone, atau nyari kaos kembaran buat sekeluarga di Giordano.
Pokoknya, merek-merek ini udah nempel banget di ingatan, saking seringnya kita lihat di hampir setiap mal.
Eh, tapi kita tahu nggak sih ? Ternyata, merek-merek yang kita kira asli lokal ini, banyak yang asalnya dari negara lain lho! Penasaran kan ? Nah, siap-siap nostalgia sambil baca ceritanya sampai habis!
BATA (Republik Ceko)
Siapa yang pas SD, SMP, atau bahkan SMA, sepatunya nggak pernah beli di Bata ? Pasti banyak yang angkat tangan!
Sepatu kanvas putih klasik itu jadi andalan banget buat sekolah. Saking seringnya kita lihat, pasti kita kira Bata itu merek dari sini. Padahal, merek legendaris ini asalnya dari Zlin, Cekoslowakia (sekarang Republik Ceko).

Semua berawal dari tahun 1894, saat seorang pemuda 18 tahun bernama Tomas Bata, yang lahir dari keluarga pembuat sepatu, mendirikan Bata Shoe Organisation.
Dari bengkel kecil, dia berhasil mengubahnya jadi perusahaan global. Tomas juga dikenal sebagai filantropis yang ingin menyediakan sepatu terjangkau buat semua orang.
Bata pertama kali keluar dari Ceko itu ke Singapura pada tahun 1927. Lalu di tahun 1931, toko pertamanya resmi dibuka di Capitol Building.
Sekarang, dengan lebih dari 30 gerai di Singapura, Bata tetap jadi pilihan utama buat nyari sepatu, tas, atau aksesori yang ramah di kantong.
Sementara di Indonesia merek sepatu Bata masuk pada tahun 1931 pada masa Hindia Belanda, sebagai importir sepatu.
Kemudian pada tahun 1940, Bata mulai memproduksi sepatu di pabrik yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan.
TIMEZONE (Australia)
Dulu, kalo mau main, pasti ngumpulnya di Timezone. Main Pac-Man sampai Street Fighter II bisa seharian. Udah kayak markas kedua buat kita anak-anak 90-an.
Tapi siapa sangka, tempat family entertainment favorit kita ini asalnya dari Perth, Australia.

Ceritanya, tahun 1958 seorang pemuda 18 tahun bernama Malcolm Steinberg dapet 21 mesin pinball. Dia terus meletakkan mesin-mesin itu di toko-toko fish and chip, dan bagi hasil sama pemilik toko.
Terus pada tahun 1978, Steinberg buka Timezone resmi pertamanya di Murray Street, Perth. Merek ini makin nge-hits di era 80-an dan 90-an, sampai akhirnya sampai di Singapura tahun 1993, dengan gerai pertamanya di White Sands, Pasir Ris.
GIORDANO (Hong Kong)
Pas hari kemerdekaan atau acara penting lainnya, pasti banyak yang nyari baju kembaran di Giordano. Padahal, dari namanya yang berbau Italia, kita bisa salah sangka kalau merek ini dari sana.

Sebenarnya Giordano didirikan di Hong Kong pada tahun 1981. Nama “Giordano” konon diambil dari nama toko pizza yang ditemui pendirinya saat lagi di New York.
Katanya, nama itu kedengeran stylish dan Eropa banget, cocok buat menarik perhatian para pecinta fashion. Giordano masuk ke Indonesia pada tahun 1999 melalui PT Giordano Indonesia menjadi salah satu brand fashion yang terkenal di negeri ini.
Kendati bukan berasal dari dalam negeri, Giordano sukses menjadi primadona dari berbagai lini fashion di Indonesia.
Sekarang, mereka udah punya lebih dari 2.000 toko di lebih dari 30 negara, termasuk sub-merek kayak Giordano Women dan Giordano Junior.

Selain Giordano, merek lain yang terkenal karena pakaian seragamnya saat musim liburan dan Hari Nasional, dan juga merupakan ekspor lain dari Hong Kong adalah Bossini.
Bossini International Holdings Limited didirikan oleh Law Ting-pong, yang tiba di Hong Kong dari Tiongkok daratan di usia awal 30-an, dan memulai kariernya sebagai tukang kebun.
Setelah puluhan tahun bekerja keras, dia akhirnya membuka sebuah pabrik dan memulai Bossini International.
Sampai sekarang, merek-merek ini udah jadi bagian dari DNA gaya hidup kita, dan terus menemani dari generasi ke generasi. Kalau masih ada lagi merek merek lainnya, tulis di kolom komentar ya. (YA)





