Padel Jadi Tren Hangout Anak Muda: Mengintip Vibes Revolusi Lifestyle Baru!

Padel Mania Merajalela, Antusiasme Berbagai Kalangan di 'Yapp Friends Open'

Jakarta – Padel sekarang tuh lagi naik daun banget, dan jadi lifestyle paling hype di kalangan anak muda Indonesia. Serius!

Vibes positif ini makin kelihatan jelas banget di turnamen perdana “Yapp Friends Open” yang dihelat di Padelton, Jakarta Barat, Sabtu (22/11/25).

Event yang dibikin platform Yapp dan Good Friends ini sukses ngumpulin puluhan kreator, influencer, dan selebriti papan atas. Fixed banget, tempat hangout anak muda udah geser total ke lapangan Padel!

Semua yang ikutan, mulai dari artis Giselle Anastasia sampai para content creator, sependapat kalau Padel ini bukan sekadar olahraga, tapi udah jadi part of gaya hidup sehat alias wellness.

Walaupun hype-nya ini tumbuh organik dan modal sendiri dari para pegiat, ada satu statement mendesak: pemerintah wajib support ekosistem ini biar Indonesia gak makin ketinggalan di kancah global.

Theresa Tjandrawinata, CEO & Co Founder Yapp

Gaya Hidup Anak Muda

Theresa Tjandrawinata, CEO & Co-Founder Yapp (platform monetisasi kreator) yang juga penggagas acara, bilang kalau Padel itu trendsetter positif buat Gen Z.

“Anak muda juga udah shift banget ya. Yang dulunya mungkin clubbing, nongkrong malam segala macam, sekarang hangout-nya di Padel court. Jadi, ini tuh bakal jadi kayak lifestyle change buat anak-anak muda zaman sekarang,” jelas Theresa.

Penyanyi dan Artis, Giselle Anastasia yang juga hobi olahraga, setuju banget. Kata dia, meskipun Padel cuma dianggap tren musiman, itu fine aja, asal dampaknya positif.

“Apa pun yang bikin orang gerak ke arah yang lebih baik, kita pasti support. Jadi kalau memang lewat Padel, walaupun ada yang bilang ini karena lagi hype doang, nggak apa-apa juga, it’s a good thing juga kan,” ujar Giselle.

Turnamen “Yapp Friends Open” ini membuktikan kalau Padel court itu tempat networking paling asik dan sehat buat para kreator.

Red Flag: Indonesia Totally Ketinggalan

Di tengah euphoria turnamen, muncul concern serius dari para pegiat Padel soal minimnya dukungan resmi dari pemerintah.

Yasmine Nur dan Andin Wijaya, dua peserta turnamen dan pegiat Padel, curhat kalau Indonesia udah jauh banget ketinggalan dari negara lain.

Andin Wijaya & Yasmine Nur, Pegiat Padel

“Kita udah telat sekali. Negara-negara lain kayak Spanyol udah lama banget. Kita harus ngejar. Apalagi gap infrastruktur tuh nampar banget. Spanyol itu punya ribuan court Padel, Indonesia belum ada apa-apanya,” tegas Yasmine Nur.

Parahnya, para pemain di Indonesia, termasuk influencer, jalan sendiri alias organik dan mandiri. Mereka bayar outfit sampai peralatan sendiri tanpa support resmi.

“Padel ini ke depan bakal lebih oke dan pasti rame banget, jadi wajib banget ada support pemerintah biar atlet-atlet Padel Indonesia makin banyak dan punya prestasi,” tambah Andin Wijaya, pegiat Padel yang juga presenter TVRI.

Bangun Base Ekosistem

Walaupun udah ada PBPI (Perkumpulan Besar Padel Indonesia) yang mulai jalan dan udah kirim tim ke luar, para pegiat berharap pemerintah fokus full di pembangunan ekosistem dasar:

  • Pengembangan SDM: Yang paling penting dukung coaching clinic, dan bikin sekolah-sekolah Padel yang banyak.
  • Fondasi: Support harusnya nggak cuma atlet, tapi juga bikin infrastruktur pendukung, mulai dari pelatihan wasit, pelatih, sampai court yang lebih merata.

“Kalau dilihat semuanya influencer yang gerakin, pemerintah bisa ambil peran di situ buat bikin coaching clinic atau bikin sekolah-sekolah Padel,” pinta Yasmine Nur.

Turnamen “Yapp Friends Open” ini adalah bukti nyata potensi gede Padel di Indonesia.

Dalam turnamen itu, juara pertama putra diraih pasangan Rheno Poetiray & Christoffer Nelwan, disusul Harris Vriza & Austin, serta Wijin & Damian diposisi kedua dan ketiga.

Sementara pada kategori putri, pemenangnya adalah pasangan Kyra Nayda & Ashley Kantjana, disusul Gisella Anastasia & Lidya Praditya sebagai runner up, dan Varcella Wijaya & Renni Rere di tempat ketiga.

Padel udah transform banget dari cuma sekadar olahraga, jadi movement wellness yang didorong passion anak muda dan social media vibes.

Tapi, hype yang membara ini butuh booster yang tepat, yaitu dukungan infrastruktur dan pengembangan SDM dari stakeholder berwenang.

Indonesia sekarang lagi di persimpangan, mau terus modal semangat organik, atau berlari kencang ngejar ketertinggalan di cabang Padel. Pilih mana Guys ? (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *