Pertahanan Udara Ukraina Diserang, Warga Curhat Kelelahan di Bawah Ancaman!

Serangan Drone dan Misil Rusia Hantui Malam di Kyiv, Dua Nyawa Melayang dan 16 Terluka

Kyiv, Ukraina — Kamis (10/07/25) dinihari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat, namun bagi warga Kyiv, Ukraina berubah menjadi malam penuh teror.

Langit ibu kota Ukraina diwarnai api membara dan ledakan dahsyat, saat rentetan serangan pesawat nirawak dan misil Rusia kembali menghantam kota.

Menurut laporan BBC News, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengonfirmasi skala serangan yang mengerikan. Ia menyatakan bahwa sekitar 400 pesawat drone dan 18 misil terlibat dalam gempuran masif ini.

Akibatnya, 16 orang terluka dan 2 orang lainnya dinyatakan tewas, menambah daftar panjang korban dalam konflik yang tak kunjung usai.

Pihak berwenang melaporkan bahwa atap sebuah bangunan perumahan di distrik Shevchenkivskyi menjadi sasaran serpihan drone, menyebabkan kebakaran hebat di lantai atas.

Sebanyak delapan distrik Kyiv dilaporkan telah diserang oleh drone Rusia, yang menciptakan kekacauan di berbagai penjuru kota.

“Bangunan perumahan, kendaraan, gudang, kantor, dan bangunan non-perumahan terbakar,” ucap Kepala Administrasi Kyiv, Tymur Tkachenko melalui sebuah unggahan di platform Media Sosial Telegram, yang menggambarkan dampak luas dari serangan tersebut.

Stasiun Metro dan tempat parkir bawah tanah menjadi satu-satunya tempat perlindungan bagi warga Kyiv.

dilansir dari AP News, lebih dari seribu orang, termasuk sejumlah anak-anak, menghabiskan sisa malam mereka di bawah tanah yang gelap, menanti berakhirnya gempuran Rusia. Kelelahan dan trauma tergambar jelas di wajah para pengungsi.

“Serangan pesawat nirawak setahun yang lalu itu biasa saja, dan sekarang benar-benar berbeda. Kami kelelahan,” tutur Alina Kalyna, salah satu pengungsi bawah tanah.

Foto: Dok. AP News

Penduduk setempat terus diimbau untuk tetap berlindung sampai peringatan serangan udara berhenti sepenuhnya.

Mereka juga diminta untuk menghindari asap yang memenuhi Kyiv dengan menutup rapat jendela saat kembali ke rumah mereka, demi menjaga kesehatan pernapasan.

Kejadian ini menjadi tambahan baru dalam rentetan serangan udara yang dilancarkan Rusia. Pada malam sebelumnya, Rusia juga meluncurkan lebih dari 700 pesawat drone serangan dan pengalih perhatian.

Serangan-serangan ini diduga merupakan bagian dari strategi Rusia untuk membanjiri pertahanan udara Ukraina, serta menguras sumber daya dan energi mereka.

Hingga saat laporan ini diturunkan, pihak militer Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai serangan terbaru ini.

Serangan tanpa henti ini tidak hanya merenggut nyawa dan harta benda, tetapi juga mengikis ketahanan mental warga sipil.

Meski demikian, semangat untuk bertahan hidup terus menyala di balik puing-puing dan kegelapan, menunggu datangnya pagi yang lebih damai. (VT)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *