Kab. Bogor – Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi intensif dengan jajaran kabinetnya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam rapat tersebut, ia membeberkan rencana untuk menggerakkan roda ekonomi dari akar rumput, dengan program andalan Koperasi Desa Merah Putih.
Program ini digadang-gadang menjadi solusi revolusioner untuk masalah distribusi, dari produk pertanian hingga obat-obatan.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rencana untuk membangun supermarket khusus hasil koperasi desa.
Supermarket ini tidak akan berada di lokasi sembarangan, melainkan akan didirikan di ibu kota provinsi, ibu kota negara, dan kota-kota besar.
Langkah ini diambil untuk memastikan produk-produk hasil bumi dari desa, dapat langsung menyentuh pasar urban tanpa perantara. “Jadi produk-produk dari desa, kita akan buat bisa dijual di kota-kota,” ujar Presiden Prabowo.
Prabowo juga menjelaskan bahwa konsep ini mencontoh keberhasilan negara-negara maju. Ia mencontohkan bagaimana produk pertanian seperti mangga, pisang, dan pepaya bisa langsung terdistribusi ke supermarket dalam kondisi segar.
Supermarket Hingga Farmasi di Desa
Lebih jauh, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi tulang punggung distribusi nasional yang efisien. Rencana ini tidak hanya berhenti pada produk pertanian.
- Akses Kesehatan Terjamin: Prabowo memaparkan rencana untuk membangun apotek desa yang akan menjual obat generik langsung dari pabrik.
- Tujuannya jelas, untuk memastikan harga obat terjangkau dan ketersediaannya mudah diakses oleh masyarakat desa.
- Penyaluran Energi Efisien: Tidak hanya obat-obatan, peran koperasi juga akan diperluas untuk distribusi LPG.
- Hal ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan bakar rumah tangga di pedesaan dengan harga yang adil dan wajar.
“Kita berharap harga obat-obat itu nanti akan terjangkau oleh rakyat,” kata Prabowo. Ia juga menambahkan, bagi yang membutuhkan, obat gratis juga akan disediakan melalui skema BPJS.
Membangun dari Bawah

Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyebutkan, program ini dirancang untuk memotong rantai distribusi yang panjang dan inefisien.
Dengan Koperasi Desa Merah Putih, faktor-faktor penghambat seperti tengkulak dan rent seeker yang kerap menyebabkan kenaikan harga dan ketidakstabilan pasokan akan diputus.
“Ini saya kira nanti akan menjadi salah satu faktor kebangkitan kita, terutama menyalurkan semua kepentingan, kebutuhan rakyat dengan seefisien mungkin. Dan tanpa pemotongan-pemotongan ataupun mark-up mark-up yang berarti,” tegasnya.
Rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Hambalang juga dihadiri oleh sejumlah menteri, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Dalam pertemuan tersebut, mereka mendengarkan laporan dari Kepala BGN, Dadang Hindayana, terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembahasan juga mencakup program lain seperti Kampung Nelayan Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
Presiden Prabowo menyatakan optimismenya bahwa semua program prioritas, terutama yang menyasar masyarakat paling bawah, akan berjalan sesuai rencana. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai oleh kabinetnya. (YA)





