Presiden Prabowo Pimpin Renungan Suci di Kalibata: Sepi, Namun Penuh Makna  

Apel Kehormatan & Renungan Suci (AKRS), Tradisi Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI

JAKARTA — Tepat pukul 00.00 WIB, saat sebagian besar warga ibu kota suda terlelap, langkah Presiden Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyentuh karpet putih di pelataran Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan.

Dalam balutan jas dan peci hitam, Presiden  memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), sebuah tradisi yang kembali digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI.

Dalam keheningan malam, suasana terasa berbeda. Sorot lampu panggung yang redup, alunan terompet, dan aroma bunga segar menciptakan momen penuh khidmat — jauh dari gemuruh politik atau riuh sorak perayaan.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita sejenak mengenang arwah dan jasa pahlawan kita. Mereka yang telah berkorban untuk kemerdekaan, kedaulatan dan kehormatan bangsa Indonesia. Mengheningkan cipta, mulai,” ucap Prabowo dengan suara pelan namun menggetarkan.

Hadir mendampingi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf berdiri di bawah monumen Garuda.

Presiden Prabowo perlahan menaiki anak tangga, dan meletakkan karangan bunga  simbol penghormatan kepada para pahlawan yang terbaring abadi di sana.

Para petinggi negara yang juga tampak hadir diantaranya Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, hingga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Upacara AKRS menjadi simbol penghormatan tahunan yang terus dijaga lintas kepemimpinan. Tahun lalu, Presiden ke-7 Joko Widodo memimpin renungan suci di Ibu Kota Nusantara.

Sementara Wapres Ma’ruf Amin kala itu hadir di Kalibata. Kini, tongkat estafet itu berada di tangan Prabowo, di periode awal pemerintahannya.

Tak banyak kata yang diucapkan malam itu. Namun, suasana Kalibata yang sunyi justru bicara lebih banyak bicara tentang pengorbanan, tentang sejarah, dan tentang janji bangsa untuk tidak melupakan mereka yang telah gugur.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *