Presiden Prabowo: Tak Boleh Ada Anak Kelaparan di Sekolah!

Di Hadapan Kepala Daerah, Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab Negara Hingga Pelosok, Beri Makan Anak Bangsa

Kab. Tangerang – Sebuah pidato yang menggugah hati, bagai panggilan perang melawan kelaparan, dilontarkan Presiden RI Prabowo Subianto di hadapan ribuan kepala daerah.

Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/08/25), Presiden dengan tegas menyatakan, “Tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang pergi ke sekolah dalam keadaan perut kosong.”

Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025.

Misi Mulia & Tantangan Geografis

Presiden Prabowo mengakui tantangan berat yang dihadapi pemerintah dalam menjangkau setiap jengkal wilayah Indonesia, khususnya pulau-pulau terluar.

Namun, ia menekankan bahwa jarak dan kesulitan logistik bukanlah alasan untuk mengabaikan kesejahteraan anak-anak bangsa.

Foto: Dok. BPMI Setpres

“Mereka adalah anak-anak Indonesia. Mereka akan kita urus, kita bela, kita beri makanan. Karena mereka anak Indonesia dimanapun mereka berada,” tegas Prabowo.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan penegasan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa kemerdekaan Indonesia sesungguhnya adalah kemerdekaan dari kelaparan. Kemerdekaan Sejati, Bebas dari Kelaparan.

“Republik Indonesia benar-benar merdeka kalau kita merdeka dari kelaparan,” tambahnya.

Presiden tidak menutup mata terhadap realita, bahwa program pemberian makan gratis saat ini baru mampu menyediakan satu kali santapan. Namun, ia menyebut pencapaian ini sebagai sebuah “prestasi luar biasa.”

“Kemampuan kita baru seperti ini. Kita baru bisa beri makan satu kali. Tapi itu sudah prestasi luar biasa bagi Republik kita,” ungkapnya.

Pencapaian ini, sekecil apapun, dianggap sebagai pondasi awal untuk membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan dan malnutrisi, yang kerap menghambat potensi anak-anak Indonesia.

Ekonomi Berbasis Kekeluargaan

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyentil para kepala daerah. Ia mengingatkan mereka untuk kembali pada esensi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan nada serius, ia berpesan agar para pemimpin daerah tidak mudah memberikan izin dan rekomendasi yang berpotensi merugikan rakyat.

“Saya harus ingatkan, Pasal 33 ini pegangan untuk para Bupati. Jangan terlalu mudah memberi izin dan rekomendasi. Ingat anak cucumu,” ujar Prabowo.

Konsep kekeluargaan menjadi poin terakhir yang ditekankan oleh Presiden. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, dari yang kuat hingga yang paling lemah, untuk saling bahu-membahu.

“Yang kuat silakan, yang menengah ayo, yang lemah kita bantu, yang sangat lemah harus kita angkat. Itu keluarga,” paparnya, menggambarkan visi ekonomi yang berpihak pada keadilan sosial.

Narasi ini memberikan harapan baru bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya tentang pertumbuhan, melainkan juga tentang pemerataan dan solidaritas.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *