Raksasa Milan Ditahan! Rossoneri & Nerazzurri Saling Kehilangan Poin Krusial!

Serie A: AC Milan Pulang Dari Kandang Fiorentina Dengan Satu Poin, Kemenangan Inter Dibatalkan Oleh Napoli

Firenze, Italia AC Milan dan Inter Milan, duo legendaris dalam sepak bola Italia yang saat ini menguasai bagian dua besar klasemen Serie A, masing-masing mencatat hasil yang kurang memuaskan dalam pekan pertandingan terbaru Serie A.

Untuk laga kali ini, Milan dipertemukan dengan Fiorentina, salah satu penghuni zona merah relegasi. Melihat perbedaan drastis kedua tim tersebut, pasukan Rossoneri jelas dianggap sebagai pihak favorit.

Akan tetapi, Milan justru tampil dengan cukup mengenaskan di hadapan sang tuan rumah, dan pada akhirnya, I Rossoneri hanya mampu mengantongi hasil seri 1-1.

Sementara itu, Inter, yang masih memimpin papan klasemen dengan tangan besi, ditantang oleh sang juara bertahan, Napoli. Sesuai ekspektasi, pertemuan antara dua raksasa ini berjalan dengan cukup ketat, dimana Nerazzurri dan I Partenopei saling bertukar gol.

Tetapi, serupa dengan laga Fiorentina vs Milan, Inter dan Napoli harus puas membagi satu poin setelah menutup pertandingan ini dengan skor imbang 2-2.

Fiorentina 1-1 AC Milan

Fiorentina vs AC Milan – Foto: Dok. AC Milan

Tanpa terduga, Fiorentina membuka laga dengan nada positif dan mendapat kesempatan pertama untuk memberikan ancaman dini kepada para pendatang.

Milan membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainannya. Meskipun demikian, ketika mereka akhirnya bermain dengan tempo yang memuaskan, semua upaya Rossoneri masih belum mampu mengancam kiper David De Gea.

Milan lantas menutup babak pertama dengan kantong hampa. Lalu, usai menjalani waktu istirahat, pasukan Rossoneri kembali ditantang oleh tekanan berbahaya dari sang tuan rumah.

Kesabaran yang ditunjukkan oleh I Viola di sepanjang jalan pertandingan ini akhirnya terbayar manis tidak lama setelah satu jam pertandingan, ketika mereka mengguncangkan Milan dan merebut keunggulan pertama di papan skor.

  • Tendangan sudut Albert Gudmundsson melayang mulus menuju kotak penalti, dimana bola tersebut dituntaskan dengan sempurna oleh sundulan Pietro Comuzzo yang berada di tengah kerumunan pemain. (66’)

Gol tersebut menjadi beban baru di punggung Milan, yang selama ini memiliki kesulitan untuk meruntuhkan tembok pertahanan Fiorentina.

Milan mengerahkan segala kemampuan mereka untuk menyamakan keadaan di papan skor, akan tetapi, pasukan Rossoneri sempat dipermasalahkan oleh ketangguhan lini belakang I Viola.

Namun, pada menit-menit penutupan laga, sang tamu melepaskan sebuah nafas lega ketika Christopher Nkunku sukses menggetarkan gawang Fiorentina.

  • Dibantu oleh umpan halus Youssouf Fofana, Nkunku langsung melepaskan sebuah tembakan jitu dari bagian kanan kotak penalti yang menghantam jaring gawang. (90’)

Milan memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan dirinya, akan tetapi, Fiorentina justru bermain sebagai tim yang lebih aktif di masa krusial ini dan bahkan hampir merebut kembali keunggulannya.

Pada akhirnya, pertemuan ini berakhir tanpa pemenang dan kedua tim harus puas dengan satu poin.

Hasil tersebut jelas sangat mengecewakan bagi Milan, yang seharusnya tidak memiliki banyak masalah ketika berhadapan melawan salah satu tim terburuk di Serie A musim ini.

Akibat kegagalannya untuk mengambil tiga poin, I Rossoneri kehilangan kesempatan untuk memotong jaraknya dengan pemimpin klasemen, Inter Milan.

Dalam wawancaranya dengan DAZN Italia, pelatih Milan, Massimiliano Allegri, tidak menyembunyikan kekecewaannya dengan penampilan timnya pada pertandingan ini.

“Setelah tertinggal satu gol, kami bersabar untuk mengalirkan bola ke sepertiga lapangan terakhir, tetapi setelah menyamakan kedudukan, kami melakukan kesalahan yang sama seperti saat melawan Genoa.” ucap Allegri.

“Masih ada tujuh menit tersisa dan dengan waktu sebanyak itu anda tidak boleh kehilangan bola dengan mudah, anda harus memainkannya dengan lebih baik di dekat area penalti.”

Jelas bukan pertanda baik bagi Milan, menjelang laga selanjutnya dimana mereka harus mendatangi markas Como.

Kemenangan jelas merupakan kewajiban bagi I Rossoneri, apabila pasukan merah hitam tersebut tidak ingin tertinggal dalam lomba perebutan takhta Serie A.

Inter Milan 2-2 Napoli

Inter Milan vs Napoli – Foto: Dok. Inter Milan

Sementara itu di stadion San Siro, pertarungan Inter dengan Napoli selalu menjaga para penonton di ujung kursi mereka.

Dalam babak pertama, Inter membuka kontes ini dengan nada positif, setelah mereka memecahkan kebuntuan pada menit-menit pertama. Akan tetapi, keunggulan tersebut hilang ketika Napoli sukses mengejar lawannya dan menyamakan keadaan skor.

  • 9’: Setelah menerima bola dari Lautaro Martinez, Marcus Thuram menunggu kedatangan Federico Dimarco, yang mendampingi rekannya di sisi kiri kotak penalti.
  • Setelah Dimarco melesat menuju posisinya, Thuram menyajikan sebuah umpan matang kepada rekannya, yang tidak menyia-nyiakan kesempatannya dan sukses menemukan jaring gawang.
  • 26’: Tidak lama sebelum setengah jam waktu pertandingan, Napoli memberikan balasannya melalui Scott McTominay, yang menuntaskan umpan Eljif Elmas dengan sebuah penyelesaian cerdik dari jarak dekat.

Usai jeda turun minum, atmosfer di tengah lapangan menjadi semakin ketat. Napoli langsung tancap gas setelah kick off babak kedua dan bahkan hampir membalikkan keadaan di papan skor.

Akan tetapi, keberuntungan sepertinya berpihak dengan I Nerazzurri, yang menerima hadiah tendangan penalti, ketika VAR menganggap bahwa Amir Rrahmani telah menginjak kaki Hakan Calhanoglu di daerah terlarang.

Keputusan tersebut memicu murka pelatih Napoli, Antonio Conte, yang kemudian dihukum dengan kartu merah setelah ia melemparkan sebuah protes keras kepada wasit keempat.

  • 73’: Calhanoglu sendiri ditunjuk sebagai algojo penalti Inter. Dengan nada dingin, Calhanoglu sukses menaklukkan Vanja Milinkovic-Savic dan kembali menempatkan Inter di depan sang tamu.

Sayangnya bagi Inter, pertandingan ini masih terbuka lebar bagi Napoli. Selebrasi Nerazzurri hanya bertahan selama beberapa menit, sebelum Napoli, untuk kedua kalinya, kembali menyeimbangkan keadaan pada masa penghujung laga.

  • 81’: McTominay lagi-lagi membawa mimpi buruk kepada sang tuan rumah. Kali ini, pemain asal Skotlandia tersebut merobek gawang Inter dengan sebuah tendangan voli, usai dibantu oleh umpan akrobatik Noa Lang.

Gol tersebut menjadi kontribusi terakhir di papan skor dalam pertandingan ini. Lantas, kemenangan yang sebelumnya berada tepat di depan mata Inter, kini hanya sekedar satu poin yang dibagi di antara kedua kubu tersebut.

Akibat hasil seri ini, Inter dan Napoli kehilangan kesempatan emas mereka untuk memperkuat posisinya di papan atas klasemen Serie A.

Inter masih duduk nyaman di posisi puncak, akan tetapi, I Nerazzurri saat ini hanya memiliki keunggulan tiga poin dengan saingan terdekatnya di posisi kedua, AC Milan.

Sementara itu, Napoli gagal merebut kembali kursi posisi ketiga dari Juventus dan kini masih tertahan di belakang I Bianconeri. Selain itu, I Partenopei juga dibayangi oleh Roma, yang saat ini memiliki jumlah poin yang sama dengan Juventus dan Napoli.

Hasil tersebut mungkin kurang memuaskan bagi kedua tim. Tetapi, pelatih Inter, Cristian Chivu, menyatakan bahwa timnya akan selalu menemui sebuah kesulitan ketika menghadapi seorang lawan kuat seperti Napoli.

“Kita berbicara tentang dua tim yang sangat kuat yang saling berhadapan dan memberikan segalanya untuk menang.” ujar Chivu, sebagaimana dilansir dari situs resmi Inter Milan.

“Kami memang menyesal karena dua kali unggul, tetapi ketika anda menghadapi tim yang sangat bagus, itu tidak pernah mudah, dan anda harus menghadapi tantangan yang mereka berikan.”

Setelah pertemuan ini, Inter kembali mengambil peran tuan rumah dan selanjutnya akan didatangi oleh Lecce. Sementara itu, Napoli harus mempersiapkan kandangnya untuk menerima kunjungan Parma. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *