Bandung – Kasus keracunan massal yang diduga bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Jawa Barat.
Korban keracunan makan bergizi gratis di Kabupaten Bandung Barat, mencapai 1.035 orang.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tiga kejadian sejak Senin (22/09/25) hingga Rabu (24/09/25), yaitu di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap insiden itu. Ia menyebut akan segera memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara MBG untuk melakukan evaluasi terbuka.
Adapun mengenai tuntutan sebagian orang tua siswa yang meminta MBG dihentikan, Dedi belum memastikan apakah program MBG akan dihentikan sementara atau tidak.
Ia menegaskan, keputusan moratorium baru akan diambil setelah hasil evaluasi dengan pihak terkait.
“Apakah akan meneruskan atau harus dievaluasi, nanti akan saya tanya pada yang menyelenggarakannya,” jelasnya.
Menurut Dedi kasus keracunan ini disebabkan manajemen penyajian yang buruk.
“Misalnya yang dilayani ribuan orang, tetapi yang melayani sedikit. Masaknya jam 1 malam, disajikan jam 12 siang,” kata Dedi.
Berdasarkan data yang dihimpun menunjukkan :
- Kasus pertama terjadi di Kecamatan Cipongkor pada Senin (22/09/25) dengan 475 korban.
- Dua hari kemudian, masih di Cipongkor, kasus serupa kembali muncul dengan 500 korban.
- Kasus ketiga muncul di Kecamatan Cihampelas pada Rabu (24/09/25) dengan 60 korban, dan jumlahnya masih berpotensi bertambah.
Para korban umumnya mengalami gejala mual, muntah, dan pusing. Penanganan darurat dilakukan dengan menyiagakan ambulans, dan tenaga medis dari berbagai daerah.
Selain itu pemerintah juga memaksimalkan layanan rumah sakit di Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. (Ep)





