London, Inggris – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menyepakati penguatan kemitraan strategis dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam kunjungan kenegaraannya di London.
Pertemuan bilateral ini menghasilkan komitmen besar di sektor ekonomi, teknologi, maritim, hingga pendidikan kelas dunia.
Di sektor pendidikan, Indonesia memperluas jangkauan kerja sama dengan menggandeng Russell Group, konsorsium 24 universitas riset terbaik di Inggris.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan institusi pendidikan kelas dunia ke tanah air.
Beberapa poin penting dalam penguatan pendidikan dan digital meliputi:
- Ekspansi Kampus: Perluasan kehadiran universitas Inggris di Indonesia, menyusul proyek rintisan di Singosari dan Bandung.
- Kolaborasi Riset: Penguatan kemitraan yang sudah berjalan dengan institusi lokal seperti UI dan UGM.
- Fokus Digital: Prioritas pada penguasaan teknologi masa depan untuk memastikan SDM Indonesia kompetitif di level global.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mengejar ketertinggalan di bidang akademik. Targetnya adalah memiliki standar pendidikan yang sejajar dengan institusi terbaik di dunia.
Fokus Maritim dan Gizi Nasional
Selain Pendidikan, hasil konkret dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan kapal penangkap ikan.
Kerja sama ini dirancang untuk memodernisasi armada laut Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan kekayaan sumber daya perikanan nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris merupakan mitra kunci bagi Indonesia. Keunggulan London dalam sektor finansial dan penguasaan teknologi tinggi menjadi alasan utama di balik penguatan sinergi ini.

“Kami memandang Inggris sebagai mitra yang dapat berpartisipasi besar dalam ekonomi kita. Mereka memiliki teknologi dan kekuatan finansial yang sangat kuat,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan kepada awak media di London Selasa (20/1/2026) malam waktu setempat.
Kerja sama maritim menjadi sorotan utama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Dukungan Inggris akan diarahkan pada rencana ambisius pemerintah Indonesia untuk membangun 1.500 kapal ikan guna merevitalisasi desa-desa nelayan di seluruh tanah air.
Selain aspek ekonomi, proyek ini mengusung misi sosial untuk mengatasi tantangan gizi di Indonesia.
Presiden menjelaskan bahwa optimalisasi hasil laut diharapkan mampu mendongkrak tingkat konsumsi protein masyarakat.

“Kita ingin meningkatkan konsumsi protein rakyat kita yang saat ini masih tergolong rendah. Kerja sama ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kita, khususnya di bidang maritim,” tambah Presiden.
Pertemuan bilateral tersebut menegaskan kerja sama maritim sebagai pilar utama hubungan Indonesia dan Inggris, dengan manfaat strategis bagi kedua negara di bidang ekonomi, industri, dan keamanan maritim.





