Bodo/Glimt Hancurkan Manchester City Lebih Cepat Dari Es Yang Mencair!

Champions League: Bencana di Lingkaran Arktik, The Citizens Bertekuk Lutut di Markas Bodo/Glimt 1-3

Bodo, Norwegia Manchester City harus menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Champions setelah ditumbangkan wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan skor mencolok 1-3 pada Rabu (21/01/26) dinihari.

Bermain di Stadion Aspmyra yang membeku di bawah suhu nol derajat, City gagal membendung agresivitas serangan balik tuan rumah dan harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah Rodri diganjar kartu merah.

Kekalahan ini menjadi ancaman serius bagi ambisi pasukan Pep Guardiola, untuk finis di posisi delapan besar fase grup.

Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat Rayan Cherki, City tak berdaya menghadapi momentum gila tuan rumah yang didukung atmosfer panas suporter Arktik.

Dua Menit Berdarah 

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi meski lapangan plastik Aspmyra tertutup suhu dingin yang ekstrem. City awalnya terlihat menjanjikan melalui peluang Rayan Cherki dan Max Alleyne.

Namun, kejutan besar terjadi di pertengahan babak pertama ketika Kasper Hogh mencetak dua gol kilat hanya dalam waktu dua menit.

  • Gol pertama Hogh tercipta melalui sundulan akurat di tiang jauh.
  • Disusul penyelesaian dingin tak lama kemudian setelah lini tengah City kehilangan penguasaan bola.
  • Erling Haaland, yang disambut sebagai pahlawan nasional di tanah kelahirannya, tampak terisolasi dan gagal memaksimalkan beberapa peluang setengah matang yang didapatnya sebelum jeda.

Kartu Merah & Melambungnya Hauge

Memasuki babak kedua, City mencoba bangkit, namun justru Jens Petter Hauge yang mencuri panggung.

  • Penyerang Norwegia tersebut melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang yang membuat Emi Martinez tak berkutik dengan skor 3-0.
  • Harapan City sempat muncul saat Cherki mencetak gol balasan di menit ke-67 dan mengubah skor menjadi 3-1, namun momentum itu langsung hancur berantakan.
  • Jenderal lini tengah City, Rodri diusir keluar lapangan, setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu kurang dari satu menit.
Manchester City vs Bodo/Glimt – Foto: Dok. Man. City

Jens Petter Hauge pun dinobatkan sebagai Man of the Match oleh UEFA. Absennya pemain kunci seperti Marc Guehi dan cedera tangan Phil Foden, membuat Pep Guardiola harus bereksperimen dengan posisi pemain.

Usai laga, Manajer Manchester City, Pep Guardiola mengakui bahwa timnya kalah dalam urusan momentum.

“Di kompetisi ini, tidak ada yang bisa dianggap remeh. Bodo/Glimt memiliki momentum luar biasa hari ini, terutama dalam transisi serangan balik yang sangat cepat,” ujar Pep dengan nada kecewa dikutip dari Situs Resmi Manchester City.

Laga di Lingkaran Arktik ini akan dikenang sebagai salah satu laga paling kelam bagi Manchester City di era modern Eropa.

Keangkeran lapangan plastik dan suhu beku Bodo terbukti menjadi “kuburan” bagi taktik Guardiola yang biasanya sempurna.

Kini, City tidak punya pilihan lagi, selain menyapu bersih laga kandang melawan Galatasaray di Etihad jika tidak ingin terlempar ke babak play-off yang melelahkan. (*)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *