Satu Lutut Selamatkan Aston Villa, Satu Kartu Merah Hancurkan Chelsea!

Liga Inggris: Drama Injury Time, Tammy Abraham Pahlawan Villa Park, Chelsea "Dirampok" Burnley 1-1

Birmingham, Inggris – Sabtu (21/02/26) malam, menjadi panggung horor sekaligus keajaiban di Premier League.

Saat Aston Villa merayakan gol penyelamat Tammy Abraham untuk memaksakan hasil imbang 1-1 kontra Leeds United, Chelsea justru meratapi nasib di Stamford Bridge.

Unggul sejak menit awal, The Blues harus rela kehilangan dua poin setelah Burnley mencuri gol penyama kedudukan 1-1 pada masa injury time.

Hasil ini mengocok posisi empat besar klasemen sementara. Chelsea memang naik ke peringkat empat, namun posisi mereka sangat rentan dikudeta Manchester United yang baru akan bermain.

Tammy Abraham di Menit 88

Villa Park nyaris menjadi saksi kekalahan tuan rumah, sebelum Tammy Abraham muncul sebagai pahlawan.

Tertinggal hampir satu jam akibat gol tendangan bebas roket Anton Stach dari jarak 30 yard, skuad asuhan Unai Emery tampak frustrasi. Namun, drama sesungguhnya terjadi dua menit sebelum waktu normal usai.

  • Berawal dari sepak pojok Jadon Sancho, bola disundul Ezri Konsa ke tiang jauh.
  • Tammy Abraham, yang masuk dari bangku cadangan, menyambut bola menggunakan lututnya untuk menaklukkan kiper dan bek Leeds tepat di garis gawang.

Manajer Aston Villa, Unai Emery mengakui timnya beruntung, namun layak mendapatkan poin.

“Ini bukan hasil terbaik, juga bukan yang terburuk. Saat kami sedang tertinggal 1-0 di menit ke-89, bisa mengakhiri laga dengan imbang adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Kami harus tetap positif dan menerima hasil ini karena setiap tim menunjukkan kapasitas mereka, dan betapa sulitnya Premier League bagi kami maupun tim lain,” ujar Emery dikutip dari Situs Resmi Aston Villa.

Hasil imbang ini membuat The Villans kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir dengan Leeds, dan kini tetap kokoh di peringkat ke 3 klasemen Premier League dengan 51 poin  setelah 27 pertandingan.

Petaka Kartu Merah Chelsea

Chelsea vs Burnley – Foto: Dok. Chelsea

London, Inggris – Sementara di Stamford Bridge, ceritanya terbalik. Chelsea memulai laga dengan sangat meyakinkan.

Baru empat menit berjalan, Joao Pedro sudah mencetak gol pembuka hasil umpan matang Moises Caicedo. The Blues mendominasi total dengan penguasaan bola mencapai 77%.

Petaka mulai datang saat memasuki 20 menit terakhir.

  • Kartu Merah: Wesley Fofana diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72.
  • Perubahan Dinamika: Chelsea dipaksa bertahan total dan menarik keluar bintang mereka, Cole Palmer.
  • Momen Patah Hati: Di menit ke-93, umpan silang James Ward-Prowse disambar sundulan Zian Flemming yang membobol gawang Robert Sanchez.

Burnley bahkan nyaris menang andai sundulan Larsen di detik terakhir tidak membentur atas mistar. Bagi Chelsea, ini adalah pelajaran mahal tentang betapa berbahayanya mengendurkan fokus saat bermain dengan 10 orang.

Dengan hasil imbang ini, persaingan menuju zona Liga Champions semakin mencekam. Chelsea berada dalam bahaya besar.

Jika Manchester United, yang baru akan bermain, menang atas Everton nanti, skuad asuhan Rosenior akan terlempar dari empat besar.

Sementara itu, Villa asuhan Emery masih sangat nyaman di posisi ketiga, menjaga jarak aman dari kejaran para raksasa London dan Manchester United.

Premier League sekali lagi membuktikan bahwa satu kartu merah atau satu detik kelengahan, bisa mengubah nasib sebuah klub di papan klasemen. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *