Chicago, AS – Belgia harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Meksiko dalam laga uji coba kedua mereka di Amerika Serikat.
Sempat tertinggal di babak pertama akibat gol Jorge Sanchez, skuad asuhan Rudi Garcia berhasil bangkit di awal babak kedua melalui aksi brilian Dodi Lukebakio.
Meskipun mendominasi jalannya paruh kedua, Belgia gagal membalikkan keadaan di hadapan pertahanan solid Meksiko, sekaligus menutup tur Amerika mereka dengan evaluasi mendalam terkait kohesi tim.
Dominasi Meksiko & Masalah Kohesi Belgia
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi yang diperagakan Meksiko.
Skuad “El Tri” langsung memberikan tekanan sejak peluit pertama dibunyikan, memanfaatkan kurangnya koordinasi di lini pertahanan Belgia yang turun dengan banyak rotasi pemain.
- Kiper Belgia, Koen Sels, dipaksa bekerja keras di menit-menit awal setelah kesalahan operan fatal hampir saja dikonversi menjadi gol oleh Quinones.
- Dominasi Meksiko akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Jorge Sanchez yang berdiri bebas di tiang jauh berhasil menyambar bola dan menaklukkan Sels.
Belgia, yang dipimpin Kevin De Bruyne, mencoba merespons melalui kombinasi serangan balik, namun akurasi operan terakhir yang buruk membuat peluang dari Openda dan Lukebakio terbuang sia-sia hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Belgia melakukan transformasi kilat. Hanya butuh waktu satu menit bagi Lukebakio untuk menyamakan kedudukan.
- Menerima sodoran bola dari Youri Tielemans, Dodi Lukebakio melakukan gerakan cut-inside yang khas sebelum melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok gawang Meksiko yang dikawal Rangel.
- Skor berubah menjadi 1-1 dan mengubah arah momentum pertandingan. Guna mengejar kemenangan, Rudi Garcia memasukkan tenaga baru seperti Jeremy Doku dan Charles De Ketelaere.
- Masuknya Doku sempat merepotkan sisi sayap Meksiko melalui dribel cepatnya, namun kedisiplinan penjagaan ganda lawan membuat setiap upaya Belgia berhasil dinetralkan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang tetap bertahan meski Belgia terus mengepung pertahanan Meksiko di masa injury time.
Hasil imbang ini memberikan gambaran jelas bagi Belgia, bahwa talenta individu yang melimpah belum cukup tanpa kohesi yang matang.
Meski gol Lukebakio menjadi catatan manis, ketidakmampuan membongkar pertahanan berlapis Meksiko di akhir laga menjadi pekerjaan rumah besar bagi Rudi Garcia menjelang kompetisi resmi mendatang.
Bagi para penggemar, tur Amerika ini menjadi ajang pembuktian bahwa regenerasi di tubuh Red Devils tengah berjalan, meski masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa puncak. (*)
Baca juga :





