Jakarta – Bagi banyak orang, kopi pagi adalah sebuah misteri: nikmat luar biasa di suatu hari, namun tak tertahankan di hari berikutnya.
Inkonsistensi ini, menurut para ahli, bukanlah salah biji kopi atau mesin, melainkan karena Kamu “menyeduh secara buta.”
Rahasianya, yang selama ini digunakan oleh para barista profesional, adalah mengikuti standar teruji yang disebut Rasio Emas (Golden Ratio) Kutip Add CNET
Ini adalah patokan dasar dalam industri kopi untuk mengekstrak jumlah rasa yang tepat dari bubuk kopi kamu.
Menguasai rasio ini berarti Kamu tidak akan lagi membuang-buang uang pada biji kopi premium hanya untuk merusaknya dengan tebakan saat menyeduh.
Kamu akan tahu persis berapa banyak kopi dan air yang dibutuhkan, memungkinkan Kamu meniru cangkir sempurna itu sesuai permintaan.
“Saya mulai menggunakan Rasio Emas, dan kopi pagi saya tidak pernah lebih baik,” tulis Kaleena Teoh, direktur edukasi untuk Coffee Project New York dan Java pada kolom Add CNET
Apa Itu Rasio Emas Kopi?
Rasio Emas mengacu pada proporsi ideal air dan bubuk kopi di awal proses penyeduhan, yang menghasilkan cangkir kopi beraroma penuh dan seimbang.
Kaleena Teoh, menjelaskan kepada Media Kuliner Amerika Serikat, add CNET panduan ini berlaku untuk mereka yang menggunakan mesin kopi tetes (drip), French press, atau sistem pour-over.

“The Specialty Coffee Association, sebuah organisasi internasional yang sebagian besar mengatur pedoman yang kita gunakan, menyarankan antara rasio 15:1 hingga 20:1,” kata Teoh. “Ini secara harfiah mengacu pada jumlah air berbanding jumlah bubuk kopi.”
Berbasis Berat, Bukan Volume
Penting untuk dicatat bahwa rasio ini didasarkan pada berat, bukan volume. Sendok kopi mungkin dikalibrasi untuk ukuran gilingan tertentu, tetapi pengukuran yang akurat memerlukan timbangan untuk memastikan konsistensi.
Tujuan dari rasio yang tepat ini adalah mendapatkan rasa yang sesuai, dengan kekuatan yang tepat untuk mencicipi kopi yang sebenarnya tanpa keasaman berlebihan (pengambilan rasa kurang/ under-extraction) atau rasa getir (pengambilan rasa berlebih/ over-extraction).

Teoh merekomendasikan: “Secara pribadi, saya menggunakan rasio 16:1, yang sering disebut sebagai ideal dalam rentang 15 hingga 20. Saya pikir itu bagus, tidak terlalu kuat, dan tempat yang baik untuk memulai.”
Semakin tinggi angka dalam rasio yang mewakili air semakin lembut (atau lemah) hasil seduhannya.
Jadi, bagi yang menyukai kopi hitam, rasio 18:1 mungkin cocok. Bagi yang suka kopi ringan dan manis, rasio 15:1 yang lebih kuat bisa dicoba.
Faktor Mempengaruhi Seduhan
Rasio saja tidak cukup. Beberapa elemen lain juga memainkan peran penting:
- Ukuran Gilingan (Grind Size): Gilingan kasar (seperti garam laut) ideal untuk French press, sementara pour-over mendapat manfaat dari gilingan yang sedikit lebih halus.
- Suhu: SCA menyarankan suhu air antara 195 hingga 205 Fahrenheit (sekitar 90.5°C hingga 96°C). Suhu ini memaksimalkan senyawa rasa tertentu tanpa terlalu panas untuk diminum.
- Agitasi: Mengacu pada pergerakan bubuk saat ekstraksi. Semakin banyak agitasi, semakin tinggi konsentrasi seduhan, yang relevan pada metode French press dan pour-over.
- Filter: Filter menentukan apa yang masuk ke cangkir.
“Filter logam akan memungkinkan semua zat terlarut dan beberapa zat tidak terlarut, sementara filter kertas akan mampu menahan semua zat tidak terlarut tersebut, memberikan Anda cangkir yang sangat bersih,” jelas Teoh.

Praktik Terbaik Pakar Kopi
Untuk mencapai hasil maksimal dari Rasio Emas, Teoh menyarankan:
- Pengukuran: Timbangan direkomendasikan untuk mencapai Rasio Emas yang ideal (misalnya 16:1).
“Semuanya ditimbang di sebagian besar kedai kopi untuk memastikan adanya semacam konsistensi,” ujar Teoh.
- Kualitas Kopi: Biji segar akan selalu terasa lebih enak.
- Penggiling (Grinder): Investasi terbaik, bahkan lebih penting dari mesin kopi, adalah penggiling burr (burr grinder).
“Jika Anda baru saja membeli kopi bubuk yang sudah digiling, dan Kamu beralih ke menggilingnya segar, Kamu akan melihat perbedaan yang cukup besar di cangkir,” kata Teoh.
- Konsistensi: Gunakan metode yang nyaman dan yang mampu Kamu lakukan secara teratur.
“Pilih sesuatu yang membuat Kamu nyaman dan dapat Kamu lakukan secara konsisten… Dan kemudian mainkanlah. Bereksperimenlah sampai Kamu menemukan sesuatu yang Kamu sukai,” tutup Teoh. (YA)





