Wolverhampton, Inggris – Hanya butuh waktu tiga hari bagi Arne Slot untuk belajar dari kesalahan.
Setelah sempat dibuat merana di Stadion Molineux awal pekan ini, Liverpool kembali ke “kandang serigala” pada Sabtu (07/03/26) dinihari dengan wajah berbeda.
Hasilnya ? The Reds pulang membawa tiket perempat final FA Cup lewat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Wolverhampton Wanderers.
Hasil ini menunjukkan bagaimana Liverpool mengeksploitasi celah yang sebelumnya mengunci mereka.
Dua Menit Mengubah Nasib
Setelah babak pertama berakhir kaku tanpa gol meski mendominasi 70% penguasaan bola, Liverpool melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan tiga hari lalu, yaitu menembak dengan akurat.
Hanya dalam durasi 120 detik di awal babak kedua, Molineux yang tadinya berisik mendadak senyap.
- Andrew Robertson yang menjadi Man of the Match, memulai pesta lewat tendangan roket dari luar kotak penalti di menit ke-53.
- Belum sempat Wolves mengatur napas, Robertson kembali beraksi dengan mengirim umpan datar yang disambar Mohamed Salah.
- Meski sempat dianulir wasit, drama VAR akhirnya menyatakan gol “Si Raja Mesir” itu sah.
- Curtis Jones melesakkan gol pengunci kemenangan di menit ke-74, memanfaatkan assist Ryan Gravenberch.
- Wolves mendapat gol hiburan jelang laga berakhir, melalui Hee-Chan Hwang di menit ke-90.
Statistik Yang Identik

Pelatih Liverpool, Arne Slot melontarkan pernyataan menarik setelah laga. Secara statistik, laga ini hampir identik dengan kekalahan mereka sebelumnya. Bedanya ? Liverpool kali ini memiliki “kedalaman” yang kembali pulih.
“Ini adalah respon yang sempurna. Jika tiga hari lalu kami dihukum meski lawan cuma punya sedikit peluang, malam ini kami yang mengambil kendali setelah gol pembuka dari Robbo,” ujar Slot dikutip dari Situs Resmi Liverpool.
Masuknya pemain seperti Ibrahima Konate dan Jeremie Frimpong dari bangku cadangan menunjukkan bahwa Liverpool telah keluar dari krisis personel, yang sempat mencekik mereka di tengah padatnya jadwal.
Slot juga berani memasang Rio Ngumoha sebagai starter, dan mampu merepotkan pertahanan lawan.
Pemain muda ini tidak canggung menari di sisi sayap, memaksa kiper Sam Johnstone bekerja keras, dan membuktikan bahwa regenerasi Liverpool di bawah asuhan pelatih asal Belanda itu berjalan sangat mulus.
Kemenangan ini memastikan Liverpool tetap berada dalam jalur perburuan trofi domestik. Meski ada satu gol hiburan di menit akhir, dominasi Liverpool sepanjang 90 menit sudah cukup untuk membungkam publik Molineux. (*)
Baca juga :





