Super Eagles Klaim Medali Perunggu AFCON Berkat Dinding Baja Nwabali!

Piala Afrika 2025: Imbang Tanpa Gol Di Waktu Normal, Nigeria Tekuk Mesir Dalam Babak Adu Penalti

Casablanca, Maroko – Mesir dan Nigeria tidak mampu menempatkan dirinya di ajang final AFCON 2025. Namun, perjalanan mereka dalam turnamen ini masih belum selesai.

Usai tersingkir dari babak semifinal, kedua negara tersebut saling bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga dalam edisi tahun ini.

Meskipun ‘hanya’ mengejar medali perunggu, baik Mesir maupun Nigeria tetap mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan ini.

Kedua tim jarang menciptakan kesempatan dalam sebagian besar jalan pertandingan. Dari segi statistik, Mesir tampil cukup mengecewakan, dengan empat tembakan dalam seluruh laga dan hanya satu yang tepat sasaran.

Nigeria sendiri juga memiliki catatan yang kurang memuaskan, namun setidaknya, dengan lima tembakan yang masing-masing akurat, Super Eagles jelas lebih klinis di bagian depan.

Bintang utama Mesir, Mohamed Salah, menjadi salah satu figur berbahaya di tengah lapangan. Tetapi, striker Liverpool tersebut tidak mampu menaklukkan kiper Nigeria, Stanley Nwabali.

Disisi lain, Nigeria menggigit jari ketika dua golnya dianulir oleh VAR. Gol pertama, yang tercipta dari sundulan Akor Adams pada menit ke-36, ditarik setelah rekan Adams, Paul Onuachu, dianggap telah melanggar Hamdi Fathy sebelum gol tersebut.

Kemudian, hanya beberapa detik setelah kick off Babak kedua, gol Nigeria kembali diambil oleh sang wasit, kali ini dengan alasan offside.

Dalam seluruh 90 menit waktu pertandingan, baik Mesir maupun Nigeria tidak mampu memecahkan kebuntuan skor. Lantas, dengan kedudukan yang masih bertahan di skor 0-0, pertemuan ini langsung dilanjutkan menuju babak adu penalti.

Babak Adu Penalti

  • Kedua kubu membuka adu penalti ini dengan sebuah langkah buruk. Nigeria, yang menerima giliran pertama, mengirim Fisayo Dele-Bashiru menuju titik putih. Sayangnya, ia tidak mampu menaklukkan kiper Ouba Shobeir.
  • Mohamed Salah kemudian maju sebagai penendang pertama The Pharaohs. Akan tetapi, Nwabali, yang selama ini menjadi musuh terbesar Salah, berhasil membaca gerakannya dan menjaga kedudukan di 0-0. (Mesir 0-0 Nigeria)
  • Akor Adams, penendang kedua Super Eagles, berhasil menemukan jaring gawang. Nigeria lalu menerima harapan besar ketika Nwabali menyelamatkan tendangan wakil Mesir, Omar Marmoush. (Mesir 0-1 Nigeria)
  • Dalam tendangan ketiga dan keempat, algojo Nigeria (Moses Simon & Alex Iwobi) dan Mesir (Ramy Rabia & Mahmoud Saber) masing-masing melaksanakan tugas mereka dengan kepala dingin. (Mesir 2-3 Nigeria)
  • Dengan Nigeria yang kini masih memiliki keunggulan, Ademola Lookman memiliki kesempatan untuk menutup kontes ini dan menghadiahkan kemenangan kepada timnya.
  • Meskipun dibebani oleh sebuah tekanan tinggi, Lookman menjaga ketenangannya dan tanpa masalah, berhasil menaklukkan Shobeir. (Mesir 2-4 Nigeria)

Reaksi Pasca Pertandingan

Stanley Nwabali dengan penghargaan Man of the Match – Foto: Dok. CAF

Dengan gaya dominan dalam babak adu penalti, pasukan Super Eagles kini memiliki 9 medali perunggu dalam seluruh sejarahnya di AFCON.

Tentunya, kesuksesan Nigeria dalam pertandingan ini datang dari satu pemain, Stanley Nwabali.

Dari detik-detik pertama hingga babak adu penalti, sang kiper memberikan penampilan spektakuler di antara tiang gawang. Penyelamatan krusialnya dalam babak adu penalti jelas menjadi dua alasan utama mengapa Nigeria pulang dengan senyum lebar.

“Selama adu penalti, saya tetap tenang. Saya mencoba membaca gerakan penendang dan mempercayai insting saya. Syukurlah, itu berhasil untuk kami.” ucap Nwabali, dikutip dari CAF.

Sementara itu, meskipun tim asuhannya menutup perjalanan AFCON mereka dengan tangan kosong, pelatih Mesir, Hossam Hassan, tetap memuji penampilan para pemain The Pharaohs.

“Para pemain menunjukkan karakter yang hebat dan disiplin yang kuat. Saya sangat puas dengan penampilan tim saya dan bangga dengan komitmen dan semangat yang mereka tunjukkan hingga akhir.” Hassan mengatakan dalam jumpa pers pasca pertandingan, sebagaimana dilansir dari CAF.

“Adu penalti adalah bagian dari sepak bola. Terkadang hasilnya menguntungkan Anda dan terkadang tidak, dan Anda harus menerimanya dan terus berusaha.”

Sebuah hasil yang sangat disayangkan oleh Mesir, yang tidak hanya kehilangan kesempatan untuk meraih gelar juara AFCON kedelapannya, tetapi juga terpaksa pulang tanpa membawa oleh-oleh manis. (VT)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *