Madrid, Spanyol – Real Madrid akhirnya mencatat kemenangan perdananya dalam era pelatih Alvaro Arbeloa, pada Sabtu (17/01/26).
Korban yang menjadi sasaran keganasan Los Blancos adalah Levante, yang meninggalkan stadion Santiago Bernabeu dengan kepala tertunduk, usai ditekuk 2-0 oleh sang tuan rumah.
Sebelum pertandingan dimulai, pertemuan ini sudah diwarnai oleh sebuah atmosfer berat.
Dalam waktu pemanasan sebelum kick off, sebagian besar pemain Los Blancos menerima cemoohan dari pendukungnya sendiri. Reaksi negatif tersebut dipicu akibat performa buruk Real Madrid dalam beberapa akhir ini.
Sebagian besar Madridista juga menganggap bahwa beberapa pemain telah dimanjakan oleh klub dan bahkan memiliki peran besar dalam pemecatan pelatih sebelumnya, Xabi Alonso.
Cemoohan dan siulan para penonton terus berjalan hingga jalan pertandingan. Namun, Real Madrid menjaga ketenangannya dan tetap menyambut tamu mereka dengan sebuah penampilan dominan.
Tetapi, meskipun bermain ganas di tengah lapangan, Los Blancos terpaksa menutup babak pertama dengan tangan kosong, akibat pertahanan erat Levante.
Usai waktu istirahat, Real Madrid meningkatkan tempo serangannya. Levante, yang selama ini berdiri kokoh di bawah hujan serangan, akhirnya tumbang akibat sebuah kesalahan pahit.
- Real Madrid menerima hadiah tendangan penalti dari Levante, setelah Dela menjatuhkan Kylian Mbappe di daerah terlarang.
- Mbappe, yang selalu menjadi andalan Los Blancos di titik putih, tentunya maju untuk melaksanakan tugas tersebut. Tanpa banyak kejutan, pemain asal Prancis tersebut sukses merobek gawang tim tamu. (58’)

Perayaan Los Blancos tidak berhenti sampai disitu. Beberapa menit kemudian, harapan Levante untuk mengejar ketertinggalannya menerima pukulan berat ketika Real Madrid menggandakan keunggulannya menjadi 2-0.
- Arda Guler melepaskan sebuah tendangan sudut yang disambar oleh sundulan jitu Raul Asencio. (65’)
Real Madrid, yang masih bermain dengan penuh semangat, tidak pernah berhenti menggempur dinding pertahanan Levante.
Akan tetapi, sebagian besar peluang tuan rumah dihentikan oleh Mathew Ryan. Sang kiper lantas menjadi alasan terbesar mengapa Real Madrid hanya mampu menutup laga ini dengan skor akhir 2-0.
Tentunya, Real Madrid masih senang dengan hasil tersebut. Kemenangan ini setidaknya menjadi satu sinar harapan bagi Los Blancos, usai kekalahan memalukan mereka di tangan Albacete pada laga Copa del Rey sebelumnya.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena kami telah menjalani minggu yang berat dan karena atmosfer yang telah tercipta. Ini tidak mudah.” ucap pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.
Sebagaimana dilansir dari situs resmi Real Madrid, Arbeloa juga sempat berbicara mengenai siulan negatif yang ditujukan kepada timnya sepanjang jalan pertandingan ini.
“Kami tidak menjalani pekan yang baik dan para penggemar berhak menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap para pemain, tim, dan terutama terhadap saya.” Arbeloa menjelaskan dalam jumpa pers pasca pertandingan.
“Saya juga sering dicemooh (sebagai pemain), dan saya pikir salah satu alasan klub ini begitu hebat adalah karena betapa menuntutnya para penggemar kami.”
Untuk saat ini, Real Madrid masih berada di posisi kedua klasemen La Liga, tepat di belakang rival abadinya, Barcelona, dengan selisih tipis satu poin.
Hasil pertandingan ini merupakan obat manis yang datang tepat sebelum Real Madrid melanjutkan perjalanannya di Champions League. Dalam laga Eropa mendatang, Los Blancos akan menerima kedatangan AS Monaco. (VT)
Hasil Lainnya La Liga
- Mallorca 3-2 Athletic Club
- Osasuna 3-2 Real Oviedo
- Real Betis 2-0 Villarreal
Baca juga :





