Tumbal Mahal di Norwegia: Martinez Cedera, Inter Milan Terancam di Tangan Bodo!

Champions League: Inter Milan Tersungkur Oleh 'Pembunuh Raksasa' Bodo/Glimt 1-3

Bodo, Norwegia Inter Milan harus menelan pil pahit dalam lawatan mereka ke lingkaran Arktik.

Bertanding di Stadion Aspmyra yang membeku, Nerazzurri dipaksa menyerah 1-3 oleh tuan rumah Bodo/Glimt pada laga leg pertama play-off UEFA Champions League, Kamis (19/02/26) dinihari.

Kekalahan ini diperparah dengan kabar buruk cederanya sang kapten, Lautaro Martinez, yang memaksa skuad asuhan Cristian Chivu bekerja ekstra keras pada leg kedua di San Siro pekan depan.

Meski sempat menyamakan kedudukan melalui Pio Esposito di babak pertama, Inter gagal meredam intensitas serangan balik kilat tim asal Norwegia tersebut.

Kini, raksasa Italia itu harus mengejar defisit dua gol jika ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Drama di Balik Cuaca Membeku

Bodo/Glimt, yang dikenal sebagai “pembunuh raksasa” setelah sebelumnya menumbangkan tim sekelas Manchester City, langsung menunjukkan tajinya.

  • Menit ke-20: Sondre Brunstad Fet membuka keunggulan tuan rumah lewat skema serangan yang sangat rapi.
  • Menit ke-30: Inter merespons. Setelah tendangan Matteo Darmian membentur tiang, Francsco Pio Esposito berhasil menyambar peluang untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
  • Babak Kedua: Petaka dimulai. Lautaro Martinez hampir membawa Inter unggul, namun bola kembali membentur tiang gawang sebelum akhirnya sang striker ditarik keluar karena cedera serius.
  • Menit ke-61 & 64: Hanya dalam rentang tiga menit, Jens Petter Hauge dan Kasper Waarts Hoegh menghukum kelengahan transisi Inter, mengubah skor menjadi 3-1 yang bertahan hingga laga usai.

Pelatih Inter, Cristian Chivu menolak menjadikan cuaca ekstrem dan lapangan sintetis sebagai alasan kekalahan timnya. Ia lebih menyoroti kegagalan pemainnya dalam mengelola bola liar.

“Kami kecolongan saat kehilangan bola dan kesulitan menghadapi transisi mereka yang sangat cepat. Terlepas dari tantangan cuaca dingin, saya tidak bisa menyalahkan sikap pemain. Namun, cedera Lautaro adalah kehilangan besar yang harus kami nilai kembali besok,” ujar Chivu dikutip dari Situs Resmi Inter Milan.

Matteo Darmian, yang baru saja kembali dari cedera panjang, menegaskan bahwa Inter tidak meremehkan lawan. Baginya, San Siro akan menjadi saksi kebangkitan Nerazzurri.

Bodo/Glimt sendiri membuktikan bahwa reputasi mereka di kandang bukan isapan jempol belaka. Dengan organisasi permainan yang solid, mereka memaksa Inter bermain dalam tekanan tinggi sepanjang 90 menit.

Malam di Norwegia mungkin berakhir dingin bagi Inter Milan, namun api perjuangan belum padam. Defisit dua gol bukanlah misi mustahil bagi tim dengan sejarah sebesar Inter, terutama saat mereka kembali ke rumah sendiri, San Siro. (*)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *