Monako – Di tengah cuaca cerah Monako, tersaji drama yang tak terduga. Sebuah tim raksasa yang sudah tertinggal sejak awal pertandingan harus berjuang dengan sepuluh pemain di lapangan.
Namun, alih-alih menyerah, mereka justru bangkit, menunjukkan mentalitas juara yang kuat, dan membalikkan keadaan.
Inilah kisah tentang kekuatan Inter Milan yang berhasil mengalahkan AS Monaco meskipun berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.
Inter Milan membuktikan mental baja mereka dalam pertandingan pramusim yang dramatis.
Meskipun harus bermain dengan hanya 10 pemain, mereka berhasil meraih kemenangan 2-1 atas tuan rumah, AS Monaco, pada Sabtu (09/08/25) dinihari.
Setelah kemenangan ini, Inter Milan akan melanjutkan masa pramusim dengan menghadapi Monza pada Rabu (13/08/25).
AS Monaco 1-2 Inter Milan
Awal pertandingan berjalan buruk bagi Inter. Maghnes Akliouche berhasil mencetak gol cepat, menempatkan Monaco di atas angin.
- 2′ GOL (AS Monaco): Maghnes Akliouche mencetak gol dari luar kotak penalti diawal babak pertama dan membuka keunggulan untuk tuan rumah 1-0.
- Derita Inter semakin bertambah ketika wasit memberikan kartu merah kepada Hakan Calhanoglu di pertengahan babak pertama.
- 36′ Kartu Merah (Inter Milan): Hakan Calhanoglu diusir dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua, sebuah keputusan wasit yang kontroversial.
- Wasit menilai Calhanoglu melakukan pelanggaran, meskipun tayangan ulang menunjukkan ia tidak melanggar pemain Monaco.
- Namun, Inter Milan menunjukkan semangat juang yang luar biasa di babak kedua. Lautaro Martinez berhasil menyamakan kedudukan, membangkitkan asa para pemain.
- 60′ GOL (Inter Milan): Lautaro Martinez mengecoh pertahanan Monaco, dan menyamakan kedudukan 1-1.
- Gol penentu kemenangan datang dari pemain muda Ange Yohan Bonny yang mengunci kemenangan bagi pasukan biru-hitam Milan.
- 80′ GOL (Inter Milan): Ange Yohan Bonny mencetak gol lewat aksi individu yang brilian, memastikan Inter Milan memenangkan pertandingan 2-1.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu mengakui bahwa hasil pertandingan tidak menjadi prioritas utama. Dikutip dari Situs Resmi Inter Milan, Chivu lebih fokus pada perkembangan mentalitas timnya.
“Sulit menganalisis pertandingan karena fisik kami masih belum prima, tetapi kami telah bekerja keras. Kami jelas masih kurang memiliki ketegasan di depan gawang dan dengan sebelas pemain, kami melewatkan beberapa peluang emas dalam 20 menit pertama. Hasilnya tidak terlalu menarik bagi saya, tetapi saya ingin tim mendapatkan kepercayaan diri dan semangat untuk apa yang akan terjadi,” ujar Chivu.
Ia juga menambahkan bahwa dia melihat potensi besar dalam skuadnya. “Saya melatih Inter, sekelompok pemain kuat yang dapat berkembang dalam segala aspek, baik secara individu maupun kolektif. Inilah yang saya jelaskan kepada mereka setiap hari.”
Kemenangan ini menjadi pelajaran berharga bagi Inter Milan. Meskipun diwarnai kontroversi, mereka berhasil menunjukkan bahwa semangat tim dan mentalitas pantang menyerah adalah modal berharga yang tidak bisa diremehkan.
Dengan hasil ini, Inter Milan memasuki sisa pramusim dengan kepercayaan diri tinggi, siap menghadapi tantangan di musim kompetisi yang baru. (VT)
Baca juga :





