Ogan Komering Ulu, Sumsel – Di tengah dentuman latihan tempur dan manuver militer, sekelompok prajurit gabungan dari TNI, Amerika Serikat, dan Kanada menorehkan jejak berbeda.
Bukan di medan perang, melainkan di balik dinding sebuah sekolah tua di pedalaman Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Inilah cerita tentang bagaimana Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 menghadirkan hadiah tak terduga: sebuah sekolah baru untuk anak-anak di sana.
Ruang Kelas Berubah Wajah
Suasana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, OKU, kini tak lagi sama. Bangunan yang sebelumnya kusam dan rapuh, kini berdiri kokoh dengan cat baru yang cerah.
Ruang kelas yang pengap, kini terasa lebih nyaman dengan jendela-jendela yang lapang. Perubahan drastis ini adalah hasil kerja keras prajurit gabungan yang merenovasi sekolah selama 31 hari.

Peresmian sekolah yang dihadiri oleh Wadankodiklat TNI, Marsda TNI Bambang Gunarto, Duta Besar Kanada, Jess Dutton, dan KUAI AS untuk Indonesia Peter M. Haymond, menjadi momen emosional bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SDN 2 Peracak, Siti Rahmawati tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, US Army, dan pasukan Kanada yang sudah membantu merenovasi sekolah ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
“Anak-anak kami sekarang bisa belajar dengan lebih semangat di ruang kelas yang nyaman. Ini hadiah berharga bagi masa depan mereka.”
Proyek Senyap di Balik Latihan Militer
Proyek renovasi sekolah ini adalah bagian dari Engineering Civic Action Program (ENCAP), sebuah program yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.
Selain merenovasi sekolah, pasukan multinasional juga membangun jalan desa sepanjang 2,6 kilometer, yang menghubungkan wilayah Martapura dan sekitarnya.
Mayor Czi, Lilik dari Pusat Zeni TNI AD (Pusziad) yang bertugas sebagai Dansubsatgas ENCAP SGS 2025 menjelaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata dari kontribusi sosial para prajurit.
“Latihan ENCAP ini menjadi sarana nyata bagi prajurit untuk berkontribusi langsung dalam mendukung kegiatan sosial,” ungkapnya. “Manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar.”
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wadankodiklat TNI, Panglima TNI menegaskan bahwa latihan militer tidak hanya untuk menguatkan pertahanan, tetapi juga untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Renovasi sekolah ini adalah bukti bahwa latihan bersama bukan hanya tentang penguatan militer, tetapi juga tentang kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” tegasnya.
Pesan ini menjadi penutup yang manis untuk sebuah proyek yang menunjukkan bahwa di balik seragam dan senjata, ada hati yang peduli.
Proyek ini juga membuktikan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya terbatas pada sektor militer, tetapi bisa juga menjadi jembatan untuk membangun masa depan yang lebih cerah, satu sekolah pada satu waktu.(NR)
Baca juga :





