TNI Buka Rekrutmen Tentara Siber “Dibalik Panggung” DNA Master Class 2025!

Dari Medan Tempur ke Ruang Digital: Satsiber TNI Gaet Talenta Unggul Untuk Pertahanan Siber Nasional

Jakarta — Di tengah sorotan DNA Master Class 2025 yang digelar di Grand Hyatt Jakarta, perbincangan tidak hanya berpusat pada potensi AI yang inovatif, tetapi juga pada isu krusial yang menyertainya: keamanan siber.

Sebagai bagian dari pilar acara yang berfokus pada ekosistem dan kolaborasi, acara ini menghadirkan perwakilan dari militer: Kolonel Mohyil Umam, Asisten Administrasi dan Logistik dari Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) untuk berbagi wawasan.

Kolonel Mohyil, yang hadir sebagai salah satu pembicara, menegaskan bahwa kedaulatan negara kini tidak hanya diukur dari kekuatan fisik dan alutsista, tetapi juga dari kesiapan di ranah digital.

Dalam pemaparannya di panggung DNA Master Class 2025, Kolonel Mohyil menjelaskan bahwa TNI tidak bergerak sendiri dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Ia memaparkan sebuah strategi kolaborasi yang telah terjalin melalui berbagai nota kesepahaman.

“Satsiber TNI selama ini sudah membina MOU. Jadi bukan hanya dengan masyarakat, kita juga membina dengan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), kemudian dengan badan intelijen negara, Polri, dan masyarakat juga, ujar Kolonel Mohyil.

Perekrutan Spesialis Siber 

Menyadari bahwa pertahanan siber membutuhkan talenta-talenta terbaik, Kolonel Mohyil juga mengungkapkan rencana Satsiber TNI.

Mereka berencana membuka program perekrutan khusus pada Oktober mendatang untuk menjaring “perwira khusus siber” dari kalangan profesional. Program ini dirancang untuk menarik talenta terbaik tanpa batasan usia atau latar belakang pekerjaan.

“Rencana nanti bulan Oktober ada perekrutan untuk perwira khusus cyber yang notabene itu adalah dari profesional yang berkenan untuk masuk menjadi anggota TNI dengan status Letnan Dua. Siapapun teman-teman dari profesional siber, umurnya juga tidak terbatas. Yang terpenting adalah kemampuan siber mereka, kita ambil skill mereka,” tegasnya kepada Newslink Indonesia.

Ia menekankan bahwa satu-satunya kriteria utama adalah kemampuan siber mereka, sebuah langkah progresif yang menunjukkan keseriusan TNI dalam membangun kekuatan digitalnya.

Hal ini adalah bukti nyata bahwa TNI beradaptasi, mengesampingkan kriteria fisik tradisional demi mengutamakan kecerdasan digital.

Membangun Ekosistem Kolaboratif

Kehadiran Satsiber TNI di DNA Master Class 2025 menjadi bukti bahwa keamanan siber bukanlah tanggung jawab satu pihak.

Irawan Harahap, CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini, karena kehadiran Satsiber TNI sangat penting untuk menunjukkan bahwa pembangunan ekosistem teknologi tidak bisa berjalan sendiri.

“Kita butuh sinergi dari berbagai pihak untuk memastikan inovasi yang kita ciptakan juga aman, dan berpihak pada kepentingan nasional. Kolaborasi ini adalah kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat dan berdaulat. Semoga inisiatif ini menginspirasi lebih banyak talenta muda, untuk melihat bahwa kemampuan mereka memiliki peran vital dalam menjaga masa depan negara,” ujar Irawan.

Pada akhirnya, di era di mana AI membawa kemajuan dan ancaman, pertahanan siber telah menjadi kedaulatan negara yang tak kalah penting dari kedaulatan teritorial.

Di masa lalu, pertahanan negara identik dengan benteng fisik. Tetapi kini, benteng itu bergeser ke ranah digital yang tak kasat mata.

Langkah proaktif yang diambil oleh Satsiber TNI, baik melalui kolaborasi maupun perekrutan talenta, menunjukkan bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan ini.

Acara seperti DNA Master Class menjadi panggung yang sempurna untuk menjembatani inovasi teknologi dengan kesadaran akan keamanan, untuk membangun masa depan digital Indonesia yang inklusif dan aman. (VT)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *