San Francisco, AS – Sebuah pergeseran tak terduga dalam dunia politik teknologi terungkap dalam sebuah survei eksklusif.
Menurut laporan POLITICO-Citrin Center-Possibility Lab, pemilih Partai Republik di California kini lebih percaya pada perusahaan teknologi (Big Tech), untuk mengatur pengembangan dan regulasi kecerdasan buatan (AI).
Tingkat kepercayaan itu hampir sama besarnya, seperti mereka percaya pada pemerintahan yang dipimpin oleh Donald Trump.
Menariknya, tingkat kepercayaan pemilih Partai Republik ini jauh lebih tinggi, dibanding pemilih dari Partai Demokrat.
Perubahan ini menandai pembalikan budaya yang signifikan, mengingat sejarah panjang kritik Partai Republik terhadap Big Tech.
Pergeseran Kepercayaan & Alasannya
Survei ini merupakan bagian dari dua studi terpisah mengenai pemilih California, yang dilakukan oleh TrueDot, sebuah platform riset yang dipercepat oleh kecerdasan buatan.
Mereka juga bekerja sama dengan Citrin Center dan Possibility Lab di UC Berkeley, serta POLITICO, dan penelitian opini publik ini dilakukan terhadap 1.445 pemilih terdaftar.
Pergeseran kepercayaan ini menunjukkan dinamika baru dalam lanskap politik Amerika, di mana teknologi bukan lagi hanya isu partisan, melainkan isu strategis.
Dengan adanya aliansi antara sebagian politisi Republik dan perusahaan teknologi, masa depan regulasi AI mungkin akan lebih fokus pada inovasi dan daya saing global daripada keamanan dan etika.
Hal ini menjadi pertanyaan penting bagi masa depan California, AS, bahkan dunia.(YA)
Baca juga :
- Algoritma Menggeser Manusia: Gelombang PHK TikTok di Tengah Laporan Keuntungan!
- TikTok Resmi Dipakai Gedung Putih: Strategi Trump Rebut Generasi Z
- Wamen Dikti Saintek: AI Dua Sisi Mata Uang, Ancaman Hari ini, Janji Esok Hari
- Ketika AI Mengguncang Dunia, Siapa Yang Akan Menjaga Kebenaran ? Pertanyaan di Panggung DNA Master Class






