Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait di Istana Merdeka, Jakarta.
Pertemuan ini membahas percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat, yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Dalam kesempatan itu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait melaporkan perkembangan signifikan, dan terobosan baru yang digulirkan untuk menggenjot program tersebut.
“Pertama, kami sampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sangat concern kepada perumahan. Tahun ini kuota rumah subsidi dinaikkan secara signifikan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit,” ujar Maruarar Sirait.

Maruarar menekankan langkah strategis ini tak hanya sebatas janji. Realisasi di lapangan menunjukkan progres positif.
Hingga 15 September 2025, sebanyak 175.662 unit rumah subsidi telah diserahkan.
Sementara itu, 45.385 unit lainnya dalam tahap pembangunan atau proses persetujuan kredit, sehingga total capaian sudah mencapai 221.047 unit.
KUR Perumahan: Strategi Baru Lawan Rentenir
Terobosan paling menarik yang diluncurkan pemerintah adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor perumahan.
Program ini menggelontorkan dana senilai Rp 130 Triliun, sebuah langkah bersejarah karena untuk pertama kalinya KUR diarahkan khusus untuk mendukung pembiayaan rumah rakyat. “Ini terobosan banget,” kata Maruarar.
- Untuk Sisi Suplai: Sekitar Rp 117 Triliun dialokasikan untuk para kontraktor, pengembang (developer), dan toko bangunan. Mereka bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga yang sangat rendah, disubsidi 5% oleh pemerintah.
“Contoh mereka biasa minjem duit itu mungkin di bank 11 persen gitu ya. Dengan program ini jadi bisa disubsidi 5 persen, jadi bayarnya cuma 6 persen,” jelas Maruarar.
Dengan bunga yang lebih ringan, biaya pembangunan bisa ditekan sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau.
- Untuk Sisi Demand: KUR ini juga menyasar langsung ke masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Bagi mereka yang memiliki usaha di rumahnya, seperti homestay, rumah makan, atau warung, kini bisa mengakses KUR dengan plafon hingga Rp 500 juta dan bunga hanya 6%.
“Pak Prabowo sangat concern itu bunganya hanya 6 persen. Dan jumlahnya sampai 500 juta,” ungkap Ara.
Kebijakan ini tidak hanya membantu kepemilikan rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
Maruarar juga menegaskan bahwa program KUR perumahan ini adalah hasil koordinasi lintas kementerian yang solid.
“Jadi belum pernah tuh ada KUR perumahan dari kita Merdeka sampai sekarang,” pungkasnya.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melawan praktik rentenir yang kerap menjerat masyarakat.(YA)





