Mahasiswa Asing Menghilang, Ratusan Pengajar Kampus di Amerika Kena PHK!

Universitas di Amerika Alami Kerugian Besar Akibat Kebijakan Imigrasi, Ancaman Krisis Pendidikan Semakin Nyata.

Chicago, AS — Administrasi Gedung Putih baru-baru ini meluncurkan sebuah dokumen kontroversial, yaitu “A Compact for Academic Excellence in Higher Education (Komitmen Untuk Pendidikan Tinggi yang Berkualitas)”

Dokumen tersebut dikirimkan kepada sembilan universitas paling bergengsi di Amerika Serikat, termasuk MIT, Dartmouth, dan University of Pennsylvania.

Dilansir dari Reuters, dokumen setebal sembilan halaman itu bukan sekadar panduan, melainkan sebuah instruksi ketat yang mengikat.

Di dalamnya mengatur bagaimana universitas harus menerima mahasiswa, merekrut pengajar, dan membentuk kehidupan di kampus.

Aturan ini mengancam akan mendefinisikan ulang masa depan pendidikan tinggi Amerika Serikat

Trump umumkan aturan baru untuk universitas – Foto: Dok. Reuters

Proposal untuk membatasi pendaftaran mahasiswa sarjana asing hingga 15% dari total kuota, dengan batasan lebih ketat, yaitu tidak lebih dari 5% untuk mahasiswa dari sebuah negara.

Hal ini memaksa puluhan universitas untuk memangkas anggaran, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. DePaul University di Chicago menjadi salah satu korban terbarunya.

Dalam sebuah memo internal yang diterima oleh staf pengajar, Rektor DePaul University, Robert Manuel mengumumkan langkah-langkah penghematan segera diberlakukan, menyusul penurunan pendaftaran mahasiswa asing sebesar 30% pada musim gugur ini.

Penurunan ini mencakup 755 siswa dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah mahasiswa pascasarjana baru dari luar negeri anjlok hingga hampir 62%.

Manuel menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh sulitnya mahasiswa asing mendapatkan visa, dan menurunnya minat mereka untuk belajar di AS, dampak langsung dari perubahan kebijakan federal.

“Kami semua khawatir tentang keselamatan anggota komunitas kami, perlindungan kebebasan akademik, dan tantangan finansial baru yang didorong oleh perubahan dalam pendanaan federal dan pemrosesan visa,” ujar Manuel kepada Reuters

Universitas DePaul di Chicago sepi pada saat pendaftaran mahasiswa baru – Foto: Dok. Reuters

Pukulan Finansial Universitas

Mahasiswa asing adalah sumber pendapatan vital bagi banyak universitas, karena sering kali membayar uang kuliah penuh dan tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan.

Penurunan jumlah mereka menjadi pukulan telak yang memperburuk tantangan finansial yang sudah ada, seperti menurunnya pendaftaran mahasiswa domestik dan naiknya biaya operasional.

Menurut perkiraan dari National Association for Foreign Student Advisers (NAFSA) :

  • Sekitar 1,2 juta mahasiswa asing belajar di AS selama tahun ajaran 2024-2025
  • Organisasi nirlaba ini memproyeksikan angka itu akan turun hingga 15% tahun ini.
  • Berarti kerugian bagi ekonomi AS hampir $ 7 Miliar.
Data Nafsa tentang proyeksi kerugian berdasarkan negara bagian periode 2025-2026 – Foto: Dok. Infografis NAFSA

Tanggapan Keras Pemerintah

Saat diminta komentar, Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan pernyataan yang menegaskan hak pemerintah untuk mengawasi tindakan mahasiswa asing.

“Ini tidak sulit,” kata Tricia McLaughlin, Asisten Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri. “Jika Anda tinggal dan belajar di Amerika Serikat dengan visa, Anda adalah tamu di negara ini. Berperilakulah seperti itu.”

McLaughlin menambahkan, mahasiswa asing yang dianggap memiliki sikap anti-Amerika, seperti menyebarkan propaganda atau terlibat dalam tindakan intimidasi, harus “menyiapkan tiket pulang.”

Dampak Bergelombang, PHK Massal

Menurut laporan Reuters, dampak kebijakan ini terjadi dibeberapa universitas, dan ratusan orang kehilangan pekerjaan.

  • DePaul University hanyalah salah satu dari puluhan universitas yang terpaksa memangkas anggaran.
  • Johns Hopkins University memangkas lebih dari 2.000 pekerjaan pada Maret, setelah pemerintah memotong hibah program penelitian sebesar $ 800 Juta.
  • Northwestern University memangkas 425 posisi.
  • University of Southern California memberhentikan lebih dari 630 karyawan.

Kebijakan imigrasi yang tidak menentu juga memengaruhi keputusan pribadi para siswa. Seorang mahasiswa dari India yang diterima di University of California, Davis, menunda pendaftarannya karena kekhawatiran tentang visa.

“Orang tua saya juga takut saya mungkin dideportasi atau semacamnya jika saya pergi sekarang,” katanya kepada Reuters.

Seorang mahasiswa Tiongkok yang baru saja lulus dari Northwestern memilih untuk melanjutkan studi PhD di Inggris, meskipun ia diterima di program AS, karena ketidakpastian visa dan pendanaan penelitian.

“Kecuali salah satu profesor saya, semuanya menyarankan agar saya memikirkan baik-baik jika saya punya pilihan di luar AS,” ujarnya. (YA)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *