Perang Baru Gedung Putih vs Kampus Elite Amerika

$200 Juta Terancam Hilang: MIT Tolak Keras Proposal 'Sakit' Trump, Sebut Ancam Kebebasan Akademik  

BostonMassachusetts Institute of Technology (MIT) menjadi universitas elite AS pertama yang secara resmi menolak proposal kontroversial dari pemerintahan Trump yang menawarkan akses istimewa ke pendanaan federal dengan imbalan perubahan mendasar pada kebijakan kampus.

Keputusan berani ini membuka babak baru ketegangan antara Gedung Putih dan institusi pendidikan tinggi terkemuka Amerika.

Proposal yang disebut “Compact for Academic Excellence in Higher Education” ini dikirimkan ke sembilan institusi ternama, termasuk Brown, Dartmouth, dan University of Pennsylvania.

Intinya, kampus-kampus ini harus menyetujui beberapa pembatasan yang disorot tajam oleh para akademisi sebagai upaya politik untuk mengikis otonomi universitas kutip The Guardian.

Dalam proposal tersebut meliputi:

  • Pembatasan Kuota Mahasiswa Internasional: Menetapkan batas atas pada jumlah mahasiswa asing yang diterima.
  • Pembekuan Biaya Kuliah Lima Tahun: Menghentikan kenaikan biaya perkuliahan.
  • Definisi Gender yang Ketat: Memaksakan definisi gender yang kaku.
  • Anti-Belittle Viewpoints: Melarang segala sesuatu yang dapat “meremehkan” pandangan konservatif.

Para kritikus berpendapat bahwa proposal ini adalah upaya terang-terangan Gedung Putih menggunakan ancaman pemotongan pendanaan riset yang nilainya bisa mencapai ratusan juta dolaruntuk memaksa universitas-universitas elite tunduk.

Kebebasan vs. Keuangan: Sikap Tegas Presiden MIT

Presiden MIT, Sally Kornbluth, mengumumkan penolakan tersebut dalam suratnya kepada komunitas kampus pada hari Jumat, sekaligus melampirkan respons tertulisnya kepada Menteri Pendidikan AS, Linda McMahon.

Kornbluth mengakui bahwa MIT sudah menjunjung tinggi banyak prinsip dalam proposal, namun menolak keras poin-poin yang dianggapnya akan mengorbankan kebebasan akademik dan independensi institusional.

“Menerima persyaratan proposal akan membatasi kebebasan berekspresi dan kemandirian kami sebagai sebuah institusi,” tulis Kornbluth dalam suratnya.

Ia menambahkan sebuah pernyataan yang menohok inti argumen MIT. “Pada dasarnya, premis dokumen tersebut tidak konsisten dengan keyakinan inti kami bahwa pendanaan ilmiah harus didasarkan pada prestasi ilmiah semata.”

Keputusan MIT ini menjadi sorotan utama mengingat tenggat waktu bagi universitas untuk merespons adalah 20 Oktober.

Sejauh ini, sebagian besar institusi, termasuk Brown dan Vanderbilt, hanya mengeluarkan pernyataan hati-hati bahwa mereka masih meninjau proposal. Hanya University of Texas di Austin yang menunjukkan sedikit keterbukaan terhadap tawaran tersebut.

Penolakan keras dari salah satu pusat inovasi terkemuka dunia ini mengirimkan pesan kuat ke Washington:

nilai-nilai inti pendidikan tinggi Amerika tidak dapat ditukar dengan kucuran dana. Keputusan ini diperkirakan akan memicu diskusi panas tentang batas antara pendanaan pemerintah dan otonomi kampus di Amerika Serikat. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *