Yahukimo, Papua Pegunungan – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo.
Seorang warga sipil Anhy Armyanti ditemukan meninggal dunia, setelah menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sosial, Distrik Dekai.
Peristiwa tragis ini memicu respons cepat dari petugas keamanan.
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo menduga kuat aksi keji ini adalah ulah simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang berusaha memicu keresahan di wilayah tersebut.
Informasi mengenai insiden memilukan ini pertama kali diterima oleh petugas Polres Yahukimo melalui laporan radio (HT), yang mengabarkan adanya aksi penikaman dan penganiayaan berat terhadap warga sipil.
Tanpa menunda, tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo langsung bergerak sigap menuju lokasi kejadian di Jalan Sosial, Kompleks Yakini, Distrik Dekai.
Setibanya di lokasi, korban Anhy Armyanti segera dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis dan proses visum.
Namun, takdir berkata lain. Nyawa Anhy tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka berat yang dideritanya. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban kekerasan di Tanah Papua.
Usut Tuntas & Perketat Pengamanan
Tragedi ini langsung menuai sorotan dari pimpinan Satgas Operasi Damai Cartenz.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban Anhy Armyanti.
“Kami berduka atas meninggalnya saudari Anhy Armyanti. Tindakan keji ini tidak bisa ditoleransi. Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memastikan pelaku segera ditangkap,” tegas Brigjen Pol. Faizal.
Motif sementara aksi pembacokan ini diduga kuat berkaitan dengan upaya KKB atau simpatisannya, yang sengaja ingin memicu keresahan di Yahukimo.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan komitmen petugas untuk memperketat pengamanan.
“Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada menjaga stabilitas sosial. Mereka mengimbau seluruh masyarakat di Yahukimo dan sekitarnya untuk:
- Tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi kekerasan.
- Melapor segera kepada aparat keamanan jika menemukan aktivitas atau orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Petugas keamanan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan, demi terciptanya kedamaian dan rasa aman bagi seluruh warga Papua Pegunungan.
Peristiwa penganiayaan di Yahukimo ini adalah pengingat pahit akan tantangan keamanan, yang masih dihadapi masyarakat di Papua.
Tindakan yang diduga berasal dari simpatisan KKB ini bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga berupaya menyebarkan ketakutan dan memecah belah.
Namun, respons cepat dan tegas dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi warganya.
Melalui upaya penegakan hukum yang tak kenal lelah, peningkatan keamanan, serta dukungan dari masyarakat yang kooperatif, harapannya kedamaian sejati dapat terwujud di Tanah Papua.
Kemanusiaan harus selalu di atas segalanya, dan aparat akan terus berjuang memastikan keadilan ditegakkan bagi setiap korban. (GR)





