Jakarta – Di tengah laju inflasi dan tingginya biaya hidup, kabar baik datang bagi para pekerja. Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program Griya Pekerja,
Sebuah inisiatif ambisius yang menjanjikan hunian sewa murah dan layak huni, yang lokasinya dirancang strategis berdekatan dengan pusat-pusat industri.
Program ini digagas sebagai jembatan bagi para buruh untuk memiliki tempat tinggal sementara yang nyaman, sekaligus meringankan beban finansial mereka sebelum mampu membeli rumah sendiri.
”Langkah ini merupakan bagian dari upaya kita mendorong produktivitas, menyediakan hunian yang sehat dan nyaman, serta mengurangi pengeluaran pekerja.” jelas Menko PM, A. Muhaimin Iskandar kepada wartawan usai peresmian.
Mengapa Hunian Murah Penting ?
Pemerintah menyadari bahwa ketersediaan tempat tinggal yang layak dan terjangkau akan memiliki dampak berantai langsung pada kesejahteraan.
Biaya hidup yang terpangkas, terutama untuk sewa dan transportasi, memungkinkan pekerja untuk lebih banyak menabung.

Muhaimin pada acara Groundbreaking Pembangunan Griya Pekerja di Jakarta Selatan juga menjelaskan 3 tujuan dibentuk griya pekerjaan ini adalah :
- Sebagai langkah nyata Program Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) bersama BPJS Ketenagakerjaan.
- Menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja nasional.
- Pekerja dapat “naik kelas“ secara ekonomi, dari berpenghasilan rendah menjadi mandiri.
Dari Pasar Minggu ke Berbagai Kawasan
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro menjelaskan bahwa pembangunan perdana program ini dimulai di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang menjadi salah satu dari lima titik proyek nasional.
Empat lokasi lain tersebar di jantung kawasan industri, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
”Insya Allah di tahun 2029 nanti, rumah-rumah pekerja ini akan menjadi hunian bagi minimal 10 ribu pekerja,” ujar Pramudya.
Konsep yang diusung adalah rumah sewa atau rumah transit, yang artinya, hunian ini bersifat sementara. Fasilitas ini diupayakan menjadi batu loncatan bagi pekerja untuk mencapai mimpi kepemilikan rumah permanen.
”Hunian ini dekat kawasan industri, biaya sewanya terjangkau, dan transportasi lebih murah. Sehingga biaya hidup bisa ditekan dan sisanya bisa digunakan untuk menabung,” tambah Pramudya, mempertegas fungsi Griya Pekerja sebagai instrumen menabung.(NR)





