Washington, AS – Sebuah fitur transparansi baru di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) tanpa sengaja telah membuka tabir dugaan penyesatan publik, ketika puluhan akun berpengaruh yang aktif membahas politik Amerika Serikat (AS) terungkap beroperasi dari luar negeri.
Fitur “tentang akun ini” yang baru diluncurkan menunjukkan lokasi pengguna, mengungkap bahwa beberapa akun pro-Trump maupun anti-Trump dengan engagement tinggi ternyata berbasis di negara lain, seperti India, Nigeria, dan Kenya.
Pengungkapan ini memicu kehebohan di kalangan pengguna X dan mempertanyakan motif di balik akun-akun tersebut, terutama karena postingan dari beberapa akun ini telah menarik jutaan impresi (tayangan, likes, repost, dan balasan).
Tingginya engagement ini berpotensi mendatangkan pembayaran dari X melalui program monetisasi platform.
Akun Pro-Trump Basis di Asia & Afrika
Pengguna X dengan cepat menyoroti beberapa contoh akun pro-Trump yang memiliki pengikut signifikan, namun lokasinya tidak sesuai dengan klaim konten mereka.

- “TRUMP_ARMY_”: Akun ini memiliki lebih dari setengah juta pengikut, bahkan diikuti oleh seorang senator senior Partai Republik.
- Postingan akun ini bahkan sempat dibagikan oleh Donald Trump di Truth Social.
- Lokasi Asli: Data X menunjukkan akun ini berbasis di India.
- Perubahan Identitas: Nama pengguna akun telah diubah empat kali sejak Maret 2022. Setelah lokasinya terungkap, profil akun diubah menjadi, “seorang India yang mencintai Amerika, Presiden Trump, Musk!”
- “IvankaNews_”: Menggambarkan diri sebagai akun penggemar putri Trump, akun ini mengumpulkan lebih dari satu juta pengikut dan pernah mengunggah postingan tentang pemilu.
- Lokasi Asli: Berbasis di Nigeria.
- Perubahan Identitas: Nama pengguna telah diubah 11 kali sejak 2010.
- Setelah lokasinya terungkap, akun tersebut mengunggah bahwa “beberapa dari kami yang tinggal di luar AS benar-benar mendukung gerakan Presiden Trump.” Akun tersebut saat ini dilaporkan telah ditangguhkan oleh X.
Akun Anti-Trump Juga Terlibat
Fenomena akun luar negeri ini tidak hanya terjadi pada kubu pro-Trump. BBC Verify juga menemukan akun yang secara aktif memposting konten anti-Trump dan mengaku sebagai “Proud Democrat,” namun ternyata berasal dari luar AS.
- Akun “Proud Democrat”: Memiliki 52.000 pengikut dan mengaku sebagai “pemburu Maga (Make America Great Again) profesional.”
- Lokasi Asli: Berbasis di Kenya.
- Akun tersebut dilaporkan telah dihapus oleh pengguna setelah lokasi aslinya terungkap.
- Politik Skotlandia: Selain politik AS, beberapa akun yang secara eksklusif mendukung kemerdekaan Skotlandia juga terdeteksi mengakses X dari Iran, meskipun memiliki jumlah pengikut yang kecil.
Duit & Konflik Budaya
BBC News melontarkan pertanyaan kepada Pakar Media Sosial dari Cornell Tech, mengapa akun-akun ini berusaha menyembunyikan lokasi dan identitas aslinya ?
Pakar menduga ada dua motivasi utama: keuntungan finansial dan agenda politik terorganisir.
Alexios Mantzarlis dari Cornell Tech berpendapat bahwa fitur blue tick (Akun Premium) yang dimiliki sebagian besar akun ini memperparah masalah.
“Lencana berbayar X hanyalah penghasil pendapatan dan bukan upaya verifikasi serius,” ujarnya.
Akun berbayar ini memenuhi syarat untuk monetisasi, jika mencapai ambang batas engagement tertentu.
Darren Linvill, seorang Ahli Misinformasi dari Media Forensics Hub Clemson University membagi motivasi akun menjadi dua:
- Keuntungan Finansial: “Ada akun yang hanya mencoba mendapatkan uang dengan berpura-pura menjadi orang Amerika.”
- Aktor Terorganisir: “Ada akun yang dijalankan oleh troll farms (peternakan troll), yang dijalankan oleh negara-bangsa.”
Ia juga menambahkan, “Selalu ada sejumlah uang yang bisa dihasilkan dari mengipasi perang budaya Amerika di media sosial.”

Akurasi & Adaptasi Cepat Pelaku
X sendiri melalui Kepala Produk, Nikita Bier mengklaim bahwa data lokasi ini 99% akurat, meskipun mereka mengakui bahwa data tersebut dapat dipengaruhi oleh perjalanan, relokasi sementara, atau penggunaan VPN (Virtual Private Network).
Meski transparansi ini disambut baik, Prof. Linvill memperingatkan bahwa “aktor jahat kemungkinan besar akan beradaptasi dengan sangat cepat.”
Mereka dapat menggunakan VPN atau mengubah cara pembuatan akun agar terlihat berasal dari AS atau negara Barat jelasnya kepada BBC News.
Fitur baru ini memang memberikan insight berharga bagi pengguna yang kritis. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan tinggi mengingat para pelaku disinformasi akan selalu mencari celah baru. (YA)





