Drama Abu Dhabi: Lando Norris Raja Baru Formula 1

Sejarah Baru Terukir: Norris Kunci Gelar F1 Perdana Penuh Haru

Abu Dhabi, UEA – Lando Norris, pembalap muda Inggris berusia 26 tahun, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara dunia Formula 1 pertamanya usai balapan penutup musim, Grand Prix Abu Dhabi, yang berlangsung dramatis pada Minggu (07/12/25) malam waktu setempat.

Posisi ketiga yang diamankan pembalap McLaren ini sudah cukup untuk menyegel takhta F1, mengakhiri penantian panjang dan musim yang penuh gejolak.

Norris menutup musim ini dengan keunggulan tipis dua poin dari rival utamanya, Max Verstappen dari tim Red Bull.

Verstappen sendiri memenangkan balapan penutup ini kemenangan kedelapannya tahun ini namun performa solid Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, menjadi kunci penentu.

Di akhir musim ketujuhnya, Norris kini tercatat sebagai Juara Dunia F1 ke-11 dari Inggris. Keberhasilan ini semakin manis lantaran McLaren juga sukses meraih gelar ganda, baik untuk kategori pembalap maupun konstruktor, capaian yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1998.

Foto: Dok. Formula One

Strategi Tim Kunci Kemenangan

Meskipun Verstappen memimpin balapan sejak putaran pertama, tim McLaren menunjukkan kendali situasi yang luar biasa.

Dukungan krusial datang dari finis posisi kedua yang direbut Oscar Piastri, yang selalu siap menjadi “tameng” bagi Norris.

  • Taktik Awal Hati-hati: Norris mengambil pendekatan konservatif di awal, menghindari duel agresif dengan Verstappen yang mempertahankan pole position.
  • Manuver Piastri: Pada Lap 9, Piastri menyalip Norris. Manuver yang telah disepakati tim ini bertujuan membuka peluang Piastri melawan Verstappen, sekaligus meminimalkan risiko bagi Norris.
  • Gelar Ganda: Kemenangan ini mengukuhkan McLaren sebagai tim yang dominan, berhasil meraih gelar konstruktor dan pembalap, penanda kebangkitan raksasa Formula 1 tersebut.

Tangisan di Garis Finis: Emosi Norris Meluap

Momen paling mengharukan terjadi di putaran pendinginan (slowing-down lap), ketika Norris terlihat menangis haru di dalam kokpit mobilnya. Ambisi seumur hidupnya telah tercapai.

“Saya sudah lama tidak menangis, dan saya tidak berpikir saya akan menangis, tapi ternyata saya menangis,” ujar Norris penuh sukacita, seperti dikutip BBC Sport

Foto: Dok. Formula One

Ia menyampaikan terima kasih kepada tim dan keluarganya, sekaligus memberikan apresiasi kepada pesaingnya.

“Rasanya luar biasa, saya sekarang tahu apa yang dirasakan Max. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Max dan Oscar, dua pesaing terbesar saya sepanjang musim ini,” tambahnya.

Gelar yang diraih Norris semakin kredibel mengingat ia memenangkannya di tengah tantangan berat dari Verstappen, yang diakui secara luas sebagai salah satu pembalap terbaik di generasinya.

Momen Paling Menegangkan

Balapan di Abu Dhabi menjadi penutup yang menegangkan bagi McLaren, terutama ketika Norris menghadapi ancaman strategis dari Red Bull.

Momen kritis terjadi setelah pit stop pertama Norris, saat ia bersaing untuk posisi ketiga dengan pembalap Red Bull, Yuki Tsunoda.

Tim Red Bull secara sengaja menginstruksikan Tsunoda untuk menahan laju Norris, sebuah taktik yang pernah digunakan pada balapan penentu kontroversial tahun 2021.

“Ia tahu apa yang harus dilakukan,” jelas tim Red Bull kepada Tsunoda melalui radio tim, merujuk pada upaya menahan laju rival Verstappen.

Tsunoda terlihat melakukan weaving di lintasan lurus Lap 23. Meski sempat terdorong keluar lintasan, Norris tetap berkomitmen dari sisi dalam dan berhasil melewatinya.

Insiden ini diselidiki stewards, namun tidak ada tindakan lebih lanjut terhadap Norris. Tsunoda justru mendapat penalti karena melakukan terlalu banyak gerakan saat bertahan.

Sejak insiden itu, Norris hanya perlu memastikan mobilnya melaju hingga garis finis, dan ia berhasil menyegel prestasi yang mengukuhkan kariernya.

“Ini luar biasa. Ini cukup nyata, Anda tahu? Saya telah memimpikan ini sejak lama. Butuh banyak hal untuk musim seperti ini, banyak naik dan turun. Tapi semua itu tidak penting selama Anda berusaha untuk berada di puncak, dan itulah yang berhasil kami lakukan,” tutup Norris.

Norris membawa pulang gelar pembalap pertama bagi McLaren sejak Lewis Hamilton pada tahun 2008.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *