Drama VAR 12 Menit di Azores! Sporting Lolos ke Perempat Final Taca de Portugal

Piala Portugal: Sporting Hajar Santa Clara 3-2 Lewat Penalti Kontroversial & Perpanjangan Waktu

Ponta Delgada, Portugal – Sporting CP berhasil melaju ke babak perempat final Piala Portugal (Taça de Portugal), setelah menumbangkan Santa Clara dengan skor tipis 3-2 melalui babak perpanjangan waktu pada Jumat (19/12/25) dinihari.

Bertanding di tengah cuaca ekstrem di Stadion Sao Miguel, Kepulauan Azores, kemenangan sang juara bertahan ternoda oleh keputusan VAR yang memakan waktu hingga 12 menit.

VAR akhirnya memberikan penalti krusial bagi Sporting di penghujung laga. Hasil ini memicu kemarahan besar dari kubu tuan rumah yang menyebut pertandingan tersebut sebagai “hari kelam bagi sepakbola Portugal.”

Aroma Balas Dendam di Azores

Pertandingan ini sudah diprediksi akan berlangsung panas sejak awal. Pasalnya, kedua tim memiliki sejarah tensi tinggi, setelah pertemuan mereka di liga awal November lalu juga berakhir dengan kontroversi.

  • Menit ke-12: Sporting membuka keunggulan lebih dulu melalui aksi Joao Simoes, yang melakukan tendangan voli indah memanfaatkan assist dari Ivan Fresneda.
  • Menit ke-28: Namun, Santa Clara tidak tinggal diam. Lucas Soares membalas dengan tembakan jarak jauh yang spektakuler dari jarak 25 meter, membuat skor imbang 1-1 hingga turun minum.
  • Menit ke-86: Di bawah guyuran hujan deras Samudra Atlantik, drama sesungguhnya baru dimulai jelang akhir laga. Pemain bintang Santa Clara, Gabriel Silva, melepaskan tembakan yang berbelok arah dan bersarang di gawang Sporting. Tuan rumah unggul 2-1 dan sudah berada di ambang pintu perempat final.

VAR 12 Menit Mengubah Segalanya

Saat Sporting tampak frustrasi dan kehabisan waktu, sebuah insiden di kotak penalti melibatkan kapten Morten Hjulmand.

  • Penantian Tanpa Kepastian: VAR menginstruksikan wasit untuk menunda laga selama 12 menit—sebuah durasi yang sangat tidak lazim—untuk meninjau rekaman video.
  • Hujan Kartu Merah: Di tengah penantian panjang tersebut, tensi di pinggir lapangan meledak. Wasit mengeluarkan dua kartu merah untuk staf kepelatihan Santa Clara yang memprotes keras keputusan tersebut.
  • Eksekusi Dingin Suarez: Setelah wasit akhirnya menunjuk titik putih, Luis Suarez maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengubah skor menjadi 2-2, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan momentum psikologis, Sporting akhirnya mengunci kemenangan lewat sundulan Fotis Ioannidis di babak perpanjangan waktu dengan skor 3-2.

Usai laga, suasana di ruang konferensi pers terasa sangat dingin. Pelatih Santa Clara, Vasco Matos, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja perangkat pertandingan.

“Apa pendapat saya soal penalti itu ? Sama seperti semua orang yang melihatnya. Hari ini adalah hari kelam bagi sepakbola Portugal. Saya sampai tidak bisa berkata-kata. Ini cukup untuk membuat kita berhenti percaya pada sepakbola,” tegas Matos dikutip dari Portugoal.

Meskipun Santa Clara tampil luar biasa melalui pemain seperti Serginho, mereka harus merelakan tiket perempat final jatuh ke tangan Sporting yang selanjutnya akan menjamu AFS.

Kemenangan Sporting CP di Azores ini memang memastikan langkah mereka untuk mempertahankan gelar, namun perdebatan mengenai penggunaan VAR di Portugal dipastikan akan kembali membara.

Bagi Santa Clara, kekalahan ini terasa sangat tidak adil mengingat perjuangan heroik mereka di bawah guyuran hujan badai.

Namun, dalam sepakbola, garis antara kemenangan dan kontroversi seringkali sangat tipis, dan dalam laga di Sao Miguel, teknologi lah yang menarik garis tersebut. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *