Parma, Italia – Untuk kesekian kalinya, Inter Milan mengubah panggung Serie A menjadi taman bermain pribadinya. Parma, yang didatangi oleh I Nerazzurri pada Kamis (08/01/26), menjadi korban terbaru yang dikubur oleh pasukan biru hitam tersebut.
Meskipun memiliki keunggulan kandang, Parma tidak pernah memberikan ancaman berarti kepada para pendatang. Lantas, Inter tidak bermasalah membawa pulang hasil manis 2-0 dalam pertemuan kali ini.
Atmosfer pertemuan ini ditegangkan oleh sebuah kabut tebal yang melanda seluruh stadion sejak awal laga. Meskipun harus bermain dengan visibilitas yang kurang sempurna, kedua tim masih memberikan penampilan cemerlang yang menghibur para penonton.
Sepanjang babak pertama ini, Inter mendominasi tembo permainan dan memiliki beberapa peluang besar yang hampir merobek gawang tuan rumah. Parma, yang tidak memiliki banyak kesempatan di depan gawang Nerazzurri, juga tidak tinggal diam dan bahkan hampir merebut keunggulan pertama.
Namun sesuai ekspektasi, dalam masa penghujung babak pertama, kebuntuan skor dipecahkan oleh para pendatang berseragam biru hitam.
- Federico Dimarco, yang melesat dari sisi kiri lapangan, sukses menggetarkan gawang Parma melalui sebuah sudut sempit.
- Gol tersebut sempat dianulir setelah bendara offside dikibarkan. Tetapi, tim tamu langsung melepaskan nafas lega ketika tinjauan VAR meralat keputusan tersebut dan mempertahankan gol Dimarco. (42’)

Kehadiran Inter di tengah lapangan menjadi semakin besar usai jeda turun minum.
Pasukan Nerazzurri meluncurkan serangan demi serangan, namun kali ini, barisan pertahanan Parma menunjukkan ketangguhan tinggi di bawah ancaman tamunya.
Hingga masa penutupan pertandingan, Inter masih belum mampu menembus benteng baja Parma. Rasa frustrasi Nerazzurri menjadi semakin parah ketika gol Ange-Yoan Bonny dalamwaktu tambahan dianulir akibat handball Marcus Thuram.
Tidak lama setelah tinjauan insiden tersebut, Inter, yang jelas sudah muak dengan situasi di lapangan, langsung tancap gas dan akhirnya mengukir gol kedua yang mengunci kemenangannya dalam pertemuan ini.
- Thuram memperbaiki kesalahannya dalam kejadian sebelumnya dengan sebuah tembakan jitu yang melompati kiper Eduardo Corvi dan sukses menemukan jaring gawang. (90+8′)
Sebuah penutupan manis bagi Inter, yang dicapai dibawah kabut tebal yang tidak pernah meninggalkan tanah lapangan.
Dengan kemenangan tersebut, Inter memperkuat statusnya sebagai pemimpin klasemen Serie A. Untuk saat ini, Nerazzurri memiliki jarak luas dengan AC Milan, yang belum menjalankan pertemuannya, dan Napoli, yang baru saja kehilangan poin saat menghadapi Hellas Verona.
Meskipun tim asuhannya keluar sebagai pemenang, Cristian Chivu, pelatih Inter Milan yang sebelumnya pernah membimbing Parma, tetap menunjukkan sikap rendah diri.
Dilansir dari situs resmi Inter Milan, Chivu menyatakan pertandingan ini tidak berjalan dengan mudah, terutama dengan cuaca buruk yang melanda stadion.
“Bermain di Serie A tidak pernah mudah; Anda selalu harus membuktikan diri, dan lawan selalu bisa menyulitkan Anda. Di sini tidak mudah, dan dengan kondisi cuaca seperti ini, bahkan lebih sulit.” ujar Chivu kepada pihak media.
“Kami mencoba untuk mendominasi, untuk menembus pertahanan rapat mereka, dan dengan sepuluh pemain di belakang bola, itu tidak pernah mudah.”
Dalam laga berikutnya, Inter memiliki kesempatan untuk memberikan sebuah pukulan berat kepada salah satu saingan terdekatnya.
Selanjutnya, Nerazzurri akan menerima kedatangan sang juara bertahan, Napoli, yang saat ini menempati posisi ketiga dalam klasemen Serie A. (VT)
Hasil Lainnya Serie A
- Bologna 0-2 Atalanta
- Lazio 2-2 Fiorentina
- Torino 1-2 Udinese
Baca juga :





