Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi menyerahkan bonus apresiasi senilai total Rp 465,25 Miliar, kepada para atlet dan pelatih yang berlaga di SEA Games ke-33 Thailand.
Acara penganugerahan ini berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, sebagai bentuk pengakuan negara atas perjuangan kontingen Indonesia yang berhasil membawa pulang ratusan medali bagi Tanah Air.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan simbol semangat juang dan persatuan bangsa.
Pemerintah memberikan apresiasi tertinggi, salah satunya dengan menetapkan bonus Rp 1 Miliar bagi peraih medali emas perorangan, angka terbesar dalam sejarah pemberian bonus olahraga di Indonesia.
Capaian Kontingen Indonesia
Menteri Pemuda & Olahraga (Menpora), Erick Thohir melaporkan bahwa para patriot olahraga Indonesia tampil impresif di Thailand dengan total raihan medali yang membanggakan.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara atlet, pelatih, dan federasi cabang olahraga. Berikut adalah rincian capaian medali kontingen Indonesia:
- 91 Medali Emas
- 111 Medali Perak
- 131 Medali Perunggu
Pemerintah telah menyusun skema bonus yang komprehensif, untuk memastikan seluruh pihak yang berkontribusi mendapatkan apresiasi yang layak. Berikut adalah rincian nominal bonus yang diberikan:
| Kategori | Medali Emas | Medali Perak | Medali Perunggu |
| Atlet Perorangan | Rp 1 Miliar | Rp 315 Juta | Rp 157,5 Juta |
| Atlet Ganda | Rp 800 Juta | Rp 252 Juta | Rp 126 Juta |
| Atlet Beregu | Rp 500 Juta | Rp 220,5 Juta | Rp 110,25 Juta |
Selain atlet, para pelatih juga mendapatkan bonus sebagai bentuk penghargaan atas strategi dan bimbingan mereka. Pelatih beregu peraih emas, misalnya, mendapatkan apresiasi sebesar Rp 400 Juta.
Bonus Tabungan Masa Depan

Ada hal menarik dalam penganugerahan kali ini. Presiden Prabowo secara khusus meminta agar bonus tersebut dianggap sebagai amanah dan tabungan masa depan, bukan sekadar upah atau uang yang habis dalam sekejap.
Beliau menyoroti pengorbanan masa muda para atlet, yang telah merelakan waktu dan tenaga demi Merah Putih.
“Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang. Jangan dipakai untuk yang tidak positif. Berbuat baiklah, tabung untuk orang tua dan dirimu,” pesan Presiden.
Sejalan dengan arahan tersebut, Menpora Erick Thohir mengungkapkan bahwa seluruh penerima bonus telah dibekali dengan literasi keuangan.
Hal ini dilakukan agar para atlet memiliki kemampuan mengelola kekayaan, dan menjamin kesejahteraan mereka setelah masa pensiun kelak.
Presiden juga memuji ketangguhan mental para atlet. Salah satu cerita yang menyentuh hati adalah atlet Cabang Berkuda yang tetap bertanding meski mengalami cedera serius.
Atas semangat baja tersebut, Panglima TNI juga memberikan penghargaan khusus berupa kenaikan pangkat dan kesempatan sekolah perwira bagi atlet tersebut.
“Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional. Kalian adalah simbol bahwa Indonesia adalah negara besar dan kuat yang akan bangkit,” imbuh Presiden Prabowo.
Acara penghargaan ini ditutup dengan harapan besar, agar momentum keberhasilan di Thailand menjadi batu loncatan menuju Asian Games dan Olimpiade.
Negara berkomitmen untuk terus hadir mendukung pengembangan talenta-talenta muda Indonesia, agar terus “bicara” di level regional maupun internasional. (*)





