Buraidah, Arab Saudi – Al-Taawoun menempatkan dirinya di jalur kemenangan dan kembali menghidupkan api pertarungannya dalam lomba tiga besar klasemen SPL.
Beberapa hari setelah menelan kekalahan di hadapan Al-Ittihad, Al-Taawoun melampiaskan rasa frustrasinya kepada Al-Shabab, yang berkunjung ke Buraidah pada Jumat (09/01/26).
Dalam 20 menit pertama waktu pertandingan, Al-Taawoun sudah mendapatkan bantuan emas ketika tamunya dipaksa menjalankan seluruh laga dengan 10 pemain.
Lantas, dengan keunggulan jumlah pemain dan didampingi oleh dukungan meriah di kandangnya, Al-Taawoun tidak bermasalah mengamankan hasil manis 2-0.
Malapetaka yang menjadi menentukan jalur pertemuan ini berawal pada menit ke-14. Usai menjatuhkan Sultan Mandash, bek Al-Shabab, Mohammed Al Shwirekh, dihukum dengan kartu kuning.
Akan tetapi, insiden tersebut ditinjau kembali oleh sang wasit dan VAR, yang dalam beberapa menit kemudian memutuskan untuk menaikkan hukuman Al Shwirekh menjadi kartu merah.
Dengan tim tamu yang kini bermain pincang, Al-Taawoun melanjutkan permainan dengan tempo yang lebih nyaman.
Al-Taawoun lantas tidak perlu menunggu lama untuk membuka papan skor dan menempatkan dirinya di depan Al-Shabab.
- Gol pertama tuan rumah datang dari sebuah tendangan penalti, yang dihadiahkan berkat handball Josh Brownhill di daerah terlarang.
- Roger Martinez kemudian ditunjuk untuk melaksanakan tugas tersebut. Dengan nada dingin, ia tidak menyia-nyiakan kesempatannya dan sukses menggetarkan jaring gawang dari titik putih. (27′)
Mulai dari sini, kehadiran Al-Taawoun di tengah lapangan menjadi semakin besar.
Sang tuan rumah kemudian menghabiskan seluruh penghujung babak pertama di daerah belakang Al-Shabab, dan pada akhirnya, mereka berhasil menggandakan keunggulannya, tidak lama sebelum kedua kubu memasuki jeda turun minum.
- Dari bagian kanan tepi kotak penalti, Mohammed Al Kuwaykibi melepaskan sebuah bola lambung yang kemudian dituntaskan dengan sempurna oleh rentangan kaki Angelo Fulgini. (45+4′)

Dalam babak kedua, kontes di tengah lapangan berjalan dengan lebih seimbang. Al-Taawoun masih tampil sebagai tim yang lebih berbahaya, akan tetapi, Al-Shabab kini bermain dengan suntikan motivasi dan bahkan mampu menciptakan beberapa kesempatan yang menuntut kewaspadaan Al-Taawoun.
Meskipun demikian, sepanjang jalan babak ini, baik Al-Taawoun maupun Al-Shabab tidak mampu mengukir catatan baru di papan skor.
Lantas, ketika peluit akhir pertandingan dibunyikan, Al-Taawoun, yang sukses mempertahankan keunggulannya, langsung merayakan tiga poin mereka selagi pasukan Al-Shabab meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk.
Berkat hasil manis ini, Al-Taawoun, yang masih menempati posisi ketiga dalam klasemen SPL, kini memiliki jumlah poin yang sama persis dengan Al-Nassr, yang masih tertahan di posisi kedua usai menelan kekalahan keduanya secara beruntun.
Dengan situasi tersebut, pekan pertandingan berikutnya kemungkinan besar akan memberikan sebuah kesempatan emas bagi Al-Taawoun.
Dalam laga berikutnya, Al-Taawoun akan berhadapan melawan Al-Ahli Saudi, klub yang memberi Al-Nassr kekalahan pertamanya di SPL. Disaat yang bersamaan, Al-Nassr dan pemimpin klasemen, Al-Hilal, juga saling bertarung.
Lantas, apabila mereka meraup kemenangan atas Al-Ahli dan Al-Nassr tumbang di tangan Al-Hilal, Al-Taawoun akan melompati Ronaldo dan kawan-kawan menuju posisi kedua di tangga klasemen. (VT)
Baca juga :





