Rio Maior, Portugal – Sepakbola Portugal baru saja menyaksikan sebuah anomali. Di bawah guyuran hujan lebat dan badai yang melanda negeri, rekor tak terkalahkan FC Porto di musim 2025/2026 akhirnya kandas secara dramatis.
Casa Pia AC, tim yang kerap dianggap underdog, berhasil menjinakkan sang pemimpin klasemen dengan skor 1-2 di Estadio Municipal de Rio Maior, Selasa (03/02/26) dinihari.
Kemenangan ini menjadi sebuah pernyataan besar bagi Casa Pia, bahwa identitas “The Geese” sedang bangkit di bawah asuhan Alvaro Pacheco.
Sebaliknya bagi Porto, kekalahan ini menjadi alarm keras tepat sebelum mereka melakoni laga krusial Classico melawan Sporting CP.
Badai Menyamakan Level Permainan
Portugal sedang tidak baik-baik saja secara cuaca. Badai besar mengubah lapangan hijau menjadi medan tempur penuh lumpur, dan Porto harus membayar mahal kondisi tersebut.
Gaya permainan operan pendek nan elit yang biasa diperagakan anak asuh Francesco Farioli, tidak bisa berjalan maksimal di atas permukaan lapangan yang oleh pemain digambarkan mirip “padang rumput ternak”.
Bahkan Casa Pia melakukan 45 sapuan bola yang membuktikan disiplin benteng pertahanan yang luar biasa, dan sang Kiper Patrick Sequeira terpilih sebagai Player of the Match berkat 5 penyelamatan krusialnya.
Gol Bunuh Diri & Kartu Merah
Pertandingan dimulai dengan kejutan pada menit ke-12.
- Gol Awal: Lewat skema serangan balik, Gaizka Larrazabal menyambar umpan silang Jeremy Livolant untuk membawa Casa Pia unggul 1-0.
- Gol Bunuh Diri: Porto kian terpuruk tepat sebelum jeda, ketika Thiago Silva secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri akibat tekanan Joao Goulart sehingga mengubah skor 2-0.
- Gol Balasan: Meski sempat memberikan perlawanan lewat gol cepat Pablo Rosario di awal babak kedua, Porto justru kehilangan kendali emosi.
- Kartu Merah: Pemain pengganti William Gomes harus keluar lebih awal, setelah menendang kepala David Sousa di menit ke-79 dan menghilangkan harapan Porto untuk comeback.
Bermain dengan 10 orang di tengah lapangan yang becek membuat perjuangan Sang Naga berakhir sia-sia, meski telah melancarkan 15 percobaan tembakan.
Nada frustrasi terdengar jelas dari kubu Porto setelah peluit panjang berbunyi. Pablo Rosario tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi lapangan yang ia anggap merugikan tim teknis seperti Porto.
“Kami menciptakan banyak peluang, tapi bola terkadang tidak mau masuk. Saya tegaskan lagi: lapangan ini tidak layak untuk Divisi Utama. Kami harus segera pulih untuk laga berikutnya,” ujar Rosario dikutip dari Portugoal.
Di sisi lain, Pelatih Casa Pia, Alvaro Pacheco justru melihat kemenangan ini sebagai kerja keras dan tiga poin ini sangat krusial karena berhasil membawa Casa Pia keluar dari zona play-off degradasi.
“Kemenangan ini hanya memberi kami tiga poin tambahan dalam perjalanan kami. Itu adalah kerja keras, fokus, dan identitas Casa Pia yang sedang kami bangun di sini.”
Kekalahan Porto dan kemenangan dramatis menit akhir Sporting CP membuat peta persaingan Primeira Liga semakin memanas. Sang Naga kini hanya unggul empat poin atas Sang Singa.
Semua mata kini akan tertuju di Estadio do Dragao. Apakah Porto akan bangkit di laga Classico ? Satu yang pasti, takhta Portugal kini tak lagi terasa aman. (*)
Hasil Lainnya Liga Portugal :
- AVS Futebol SAD vs Braga: 0-4
Baca juga :





