Manchester, Inggris – Di hadapan ribuan fans yang bergemuruh di Etihad Stadium, Kamis (05/03/26) dinihari, Manchester City harus menerima kenyataan pahit setelah ditahan imbang 2-2 Nottingham Forest yang datang dengan status “tim zona degradasi”.
Hasil imbang ini bukan sekadar kehilangan dua poin, melainkan sebuah alarm bahaya. Pasukan Pep Guardiola kini tertinggal tujuh angka dari Arsenal di puncak klasemen Premier League.
Meskipun masih memiliki satu tabungan laga, hasil ini membuat jalan City menuju gelar juara musim ini menjadi sangat terjal.
Dominasi Berujung Frustrasi
Sejak peluit pertama, City sebenarnya bermain seperti mesin yang haus gol. Mereka mengurung Forest hingga tim tamu terpaksa memarkir “bus berlapis” di depan gawang Matz Sels.
Rayan Cherki tampil mempesona dengan gocekan-gocekannya, sementara Erling Haaland yang kembali merumput tampak beberapa kali nyaris mencatatkan nama di papan skor.
Namun, efektivitas menjadi masalah besar. City mendominasi penguasaan bola secara absolut, tetapi Nottingham Forest asuhan Vitor Pereira bermain sangat disiplin.
Antoine Semenyo membuka keunggulan di babak pertama, memberikan asa bagi fans City untuk meraih kemenangan mudah di menit ke-31.
Rekrutan Januari ini membuktikan kelasnya dengan gol voli cerdik, yang memanfaatkan asis Rayan Cherki.

Drama Menit Akhir
Usai turun minum, kedua tim meningkatkan intensitas serangan, dan Forest berhasil mengejar defisit gol.
- Morgan Gibbs-White mencetak gol “ajaib” lewat sontekan tumit cerdik di menit ke-56, membungkam riuh suporter tuan rumah.
- Rodri sang jimat City sempat mengembalikan keunggulan hanya empat menit setelah gol balasan Forest.Dengan mencetak gol lewat sundulan maut, membuktikan ia hampir kembali ke performa puncaknya pasca-cedera panjang.
- Namun Elliot Anderson menjadi penghancur mimpi The Cityzens dengan tendangan roket dari luar kotak penalti di menit ke-75.
Pertandingan memuncak saat kedudukan imbang 2-2. Etihad Stadium berubah menjadi arena pengepungan total di tujuh menit tambahan waktu.
Puncaknya terjadi di sisa 10 detik terakhir; Savinho berhasil menyontek bola melewati kiper, seluruh stadion sudah bersiap bersorak.
Namun Murillo muncul seperti hantu untuk membuang bola tepat sebelum melewati garis gawang.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dalam reaksi pasca-laganya, mencoba tetap tenang meski gurat kekecewaan tak bisa disembunyikan.
“Kami bermain bagus, banyak hal positif. Tapi sekarang fokus kami langsung ke Newcastle (FA Cup) dan Real Madrid (Champions League),” ujarnya singkat dikutip dari Situs Resmi Manchester City.
Hasil ini mengakhiri rentetan enam kemenangan beruntun Manchester City. Dengan selisih 7 poin dari Arsenal, City kini tidak punya pilihan selain memenangkan laga sisa. (*)
Baca juga :





