Porto, Portugal – Ada momen di Estadio do Dragao ketika waktu seolah berhenti pada Jumat (20/03/26) dinihari.
Deniz Undav melepaskan tembakan jarak dekat yang seharusnya menjadi gol, namun Diogo Costa melakukan refleks yang menentang logika.
Itulah wajah pertandingan babak 16 besar Europa League, ketika Stuttgart menyerang dengan amarah, namun Porto menang dengan kelas.
Melalui kemenangan 2-0 (Agregat 4-1) atas Stuttgart, FC Porto resmi memesan tiket perempat final untuk menantang Nottingham Forest.
Agresi Jerman vs Refleks Portugal
Stuttgart datang ke Portugal dengan misi bunuh diri: menyerang total dengan garis pertahanan tiga lawan tiga.
Strategi Sebastian Hoeneb sebenarnya bekerja, Stuttgart mendominasi peluang sejak detik ke-90. Namun, mereka menemui lawan yang “sedang kesurupan” di bawah mistar.
Diogo Costa menggagalkan peluang emas dari Jeff Chabot, Chris Führich, hingga Bilal El Khannouss. Di tengah gempuran itu, Porto yang bermain lebih klinis justru mencuri gol di menit ke-21.
- Lewat serangan balik kilat, William Gomes menyontek bola hasil kreasi Rodrigo Mora. Gol ini menjadi tamparan keras bagi Stuttgart yang tampil dominan namun kurang efisien.
- Memasuki babak kedua, pola tidak berubah. Stuttgart mengepung, Porto menunggu.
- Puncak drama terjadi di menit ke-72 ketika pemain muda Denmark, Victor Froholdt, menunjukkan bakatnya.
- Setelah duel gigih di tepi kotak penalti, ia melepaskan tembakan roket yang menghujam pojok atas gawang Berke Ozer.
Kekalahan Stuttgart makin lengkap setelah Nikolas Nartey diusir keluar lapangan, karena kartu kuning kedua pada menit ke-77.

Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang, memastikan Porto melaju dengan kepala tegak meski sempat tertekan sepanjang laga.
Pasca laga, kekecewaan mendalam tak bisa disembunyikan dari kubu tim tamu. Sebastian Hoeneb, Kepala Pelatih Stuttgart mengakui bahwa timnya kalah dari sisi efisiensi pemain.
“Selamat untuk Porto. Kami menjalani dua pertandingan berkualitas tinggi, namun tim yang lebih klinis-lah yang melaju. Fakta bahwa kami menciptakan peluang lebih banyak tidak tercermin dalam hasil, dan itu sulit diterima,” ungkap Hoeneb dikutip dari VfB.
Sementara itu, Porto kini mulai menatap reuni emosional dengan mantan pelatih mereka, Vítor Pereira, yang kini menukangi Nottingham Forest di babak perempat final nanti.
Porto tidak hanya menang; mereka memberikan pelajaran tentang bagaimana cara bertahan dan menyerang dengan efektivitas mematikan. (*)
Hasil Lainnya Europa League :
- Braga vs Ferencvaros: 4-0
- Real Betis vs Panathinaikos: 4-0
- Genk vs Freiburg: 1-5
- Lyon vs Celta Vigo: 0-2
Baca juga :





