1,2 Juta Kendaraan ‘Tumpah’ ke Jalan! One Way Nasional Tol Cikampek Resmi ‘Dikunci’

Menhub & Kapolda Jabar: Satu Arah Jakarta ke Jateng Kini Tanpa Hambatan

Cikampek – Genderang arus mudik Lebaran 2026 resmi ditabuh dengan intensitas tinggi.

Menghadapi lonjakan volume kendaraan yang mulai memadati nadi Trans Jawa, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi mengambil langkah tegas.

Skema one way (satu arah) nasional resmi diberlakukan, mulai dari KM 70 Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Tol Kalikangkung, Semarang.

Keputusan ini diambil setelah data menunjukkan lebih dari 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan Jabodetabek sejak H-10.

Angka kumulatif ini diprediksi akan terus merangkak naik, memaksa otoritas terkait untuk mengubah arus lalu lintas menjadi satu arah demi mencegah stagnasi di jalur bebas hambatan.

Parameter “Angka 8.000” & Fleksibilitas Jalur

Penerapan one way ini tidak dilakukan secara serampangan. Menhub Dudy menjelaskan bahwa kebijakan ini sangat bergantung pada indikator teknis yang dipantau secara real-time oleh Jasa Marga.

Ada beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan pemudik terkait rekayasa ini:

  • V/C Ratio sebagai Penentu: Rekayasa one way akan tetap dipertahankan selama ambang batas kendaraan (V/C Ratio) berada di atas angka 8.000.
  • Sifat Situasional: Jika arus kendaraan mulai melandai dan angka rasio menurun, lalu lintas akan segera dikembalikan ke mode normal.
  • Cakupan Wilayah: Pembersihan jalur dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kendaraan dari arah Barat (Jakarta) bisa melaju tanpa hambatan hingga Jawa Tengah.

“Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam rangka memastikan kelancaran perjalanan masyarakat pada masa arus mudik Lebaran 2026,” tegas Menhub Dudy Purwagandhi dalam Siaran Pers Resmi Kemenhub.

Foto: Dok. Kemenhub

Pengawalan Ketat di Arteri & Tol

Tidak hanya fokus di jalan tol, Kemenhub juga memberikan perhatian ekstra pada jalur arteri yang menjadi alternatif utama bagi kendaraan roda dua dan bus.

Koordinasi antara Kepolisian, Jasa Marga, dan Kementerian Perhubungan diperketat untuk memastikan tidak ada penumpukan di titik-titik lelah.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi memastikan bahwa pasukannya akan melakukan pengawalan maksimal di sepanjang wilayah hukum Jawa Barat.

“Kami jaga supaya sampai ke tempat tujuan dengan aman. Mudik aman, keluarga bahagia,” imbuhnya.

Beliau juga berjanji akan mengawasi seluruh titik rawan macet di jalur arteri agar pemudik tetap bisa bergerak meski jalur tol sedang diberlakukan satu arah.

Di balik segala rekayasa lalu lintas yang disiapkan pemerintah, kunci utama keselamatan tetap ada di tangan pengendara.

Menhub Dudy mengingatkan para pemudik untuk tidak egois di jalan raya, dan mengenali batas kemampuan fisik masing-masing.

“Jika lelah, jangan memaksakan berkendara. Manfaatkan rest area untuk beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan,” pungkas Menhub.

Sebuah pesan sederhana namun krusial, karena secepat apa pun jalur yang dibuka oleh one way, tujuan akhir yang paling utama adalah sampai di kampung halaman dengan selamat untuk merayakan kemenangan bersama keluarga.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *