Event Megah Tanpa Ada Jejak Kotor, Misi “Zero Waste” Industri Event Indonesia!

Selamat Tinggal Plastik! Industri MICE Hijau Lewat The 3rd NUSAMICE 2026

Semarang – Pernahkah kita membayangkan sebuah konferensi besar tanpa tumpukan brosur, kertas, atau botol plastik yang berserakan di akhir acara ?

Pada Kamis, (07/05/26), wajah industri perhelatan Indonesia mulai berubah lewat The 3rd NUSAMICE 2026 di Grasia Convention Hall, Semarang, Jawa Tengah.

Mengusung tema besar “Responsible Consumption and Production in the MICE Industry for Achieving SDGs 2030”, forum strategis ini membuktikan bahwa kemegahan acara tidak harus mengorbankan bumi, melainkan menjadi motor penggerak utama bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melawan Arus Limbah: Revolusi Industri Event

Tema konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab bukan sekadar slogan di atas panggung.

Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) selama ini dikenal sebagai penyumbang limbah yang signifikan, namun di Semarang, narasi itu diputarbalikkan.

Melalui kampanye digital #NusaTanpaSampah dan program From Home to Green Zone, setiap elemen acara dirancang untuk meminimalisir jejak karbon.

Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan Zero Plastic dan sistem Paperless di seluruh rangkaian acara. Tak ada lagi penggunaan plastik sekali pakai; semua beralih ke pengelolaan berbasis digital dan daur ulang.

Ini adalah langkah konkret dalam mendukung target tentang pengelolaan sumber daya alam yang efisien dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani menekankan bahwa kunci dari keberlanjutan industri ini adalah kolaborasi.

Industri event masa depan tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinkronisasi dengan kebijakan lingkungan hidup. Konferensi ini menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan implementasi nyata di lapangan.

Limbah Menjadi Produk Bernilai Guna

Keberlanjutan dalam tema ini juga menyentuh aspek estetika dan ekonomi kreatif. Melalui Eco Exhibition, terlihat bagaimana bahan daur ulang dan material alam asli bisa bertransformasi menjadi produk kerajinan tangan yang cantik.

UMKM seperti Koelon Kalie, Ego Eko Shop, dan Craftonesia membuktikan bahwa gaya hidup ramah lingkungan bisa selaras dengan nilai guna dan keindahan.

Langkah ini mempertegas bahwa industri MICE bukan sekadar tentang pertemuan fisik, melainkan ekosistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara etis.

Dengan mengoptimalkan penggunaan kembali material, penyelenggara event tidak hanya menghemat biaya jangka panjang tetapi juga menjaga daya saing destinasi wisata di mata dunia.

The 3rd NUSAMICE 2026 telah menancapkan standar baru: sebuah acara bisa tetap berdampak besar secara ekonomi tanpa harus meninggalkan jejak kotor bagi generasi mendatang. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *