Hanya Indonesia! Presiden Lee Jae Myung Sebut RI ‘Kemitraan Spesial’ Korea di Dunia

Babak Baru Hubungan RI-Korea: Sepakati Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus

Seoul, Korsel – Di bawah langit cerah Seoul, derap langkah pasukan berbaju tradisional Korea menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di pelataran Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae (Blue House).

Sebuah lembaran sejarah baru tertulis saat Indonesia dan Republik Korea secara resmi sepakat untuk meningkatkan level hubungan diplomatik mereka ke titik tertinggi: Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus.

Pertemuan kenegaraan ini bukan sekadar seremoni formal. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung mempertegas bahwa kedua negara adalah “berkah” bagi satu sama lain.

Korea Selatan bahkan mengonfirmasi bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia, yang memiliki status kemitraan sedalam ini dengan mereka.

Prosesi Agung di Jantung Seoul

Penyambutan kenegaraan berlangsung khidmat dengan nuansa kehormatan militer yang kental. Sebagai mantan jenderal, Presiden Prabowo mengaku sangat tersentuh dengan detail upacara yang disiapkan pemerintah Korea.

“Sebagai mantan tentara, saya sangat merasa terhormat diterima dengan upacara yang begitu indah. Ini adalah kehormatan besar,” ujar Presiden Prabowo usai melakukan inspeksi pasukan bersama Presiden Lee.

Foto: Dok. BPMI Setpres

Setelah pengisian buku tamu dan sesi foto bersama, kedua pemimpin negara mengadakan pertemuan yang hangat, disusul dengan diskusi bilateral yang lebih luas melibatkan jajaran menteri kabinet dari kedua belah pihak.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa pencapaian strategis berhasil dikunci untuk memperkuat fondasi ekonomi dan keamanan kedua negara, yaitu :

  • Peningkatan Status Hubungan: Menaikkan level kerja sama menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus—status yang hanya diberikan Korea kepada Indonesia.
  • 10 Nota Kesepahaman (MoU): Penandatanganan sepuluh dokumen kerja sama di berbagai sektor mulai dari energi, digital, hingga pertahanan.
  • Hilirisasi dan Teknologi: Fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan industri manufaktur maju.
  • Ketahanan Kawasan: Komitmen bersama menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik sebagai sesama negara perdagangan di Pasifik.

“Saling Melengkapi” di Tengah Badai Global

Presiden Prabowo menekankan bahwa di tengah situasi dunia yang penuh “bahaya dan ketidakpastian,” sahabat dekat seperti Korea Selatan adalah mitra yang sangat dibutuhkan.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan pasar yang masif, sementara Korea unggul dalam sains, teknologi, dan industri.

Senada dengan hal tersebut, Presiden Lee Jae Myung menyebut Indonesia sebagai tujuan investasi utama dan mitra berharga yang telah membantu kemajuan industri pertahanan Korea.

“Kita telah menjadi sahabat yang saling percaya selama lebih dari 50 tahun. Di tengah tantangan global, Korea dan Indonesia merupakan berkah bagi satu sama lain,” tutur Presiden Lee.

Foto: Dok. BPMI Setpres

Keseriusan pertemuan ini terlihat dari deretan pejabat tinggi yang hadir. Dari pihak Indonesia, Presiden Prabowo didampingi Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Sugiono (Menteri Luar Negeri), Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM), Rosan P. Roeslani (Menteri Investasi/Kepala BKPM), Meutya Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital) dan Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet).

Sementara Presiden Lee didampingi oleh jajaran Wakil Perdana Menteri dan menteri-menteri strategis di bidang ekonomi, teknologi, dan pertahanan Republik Korea. Kunjungan kenegaraan ini ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan.

Pesan yang dikirimkan dari Blue House sangat jelas: hubungan Jakarta dan Seoul kini tidak lagi sekadar hubungan transaksional, melainkan hubungan persaudaraan strategis yang akan menentukan arah kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Dengan sepuluh MoU yang telah dipertukarkan, para menteri dari kedua negara kini memiliki tugas besar untuk menerjemahkan visi kedua presiden menjadi aksi nyata.

Bagi Indonesia, Korea Selatan adalah kompas teknologi; bagi Korea Selatan, Indonesia adalah jangkar masa depan di Asia Tenggara. (AW)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *