Jeddah, Arab Saudi – Di bawah langit Jeddah, sepakbola Asia membuktikan bahwa logika seringkali bertekuk lutut di hadapan drama.
Dua takdir yang kontras: satu raksasa yang tumbang dalam baku tembak yang menguras air mata, dan satu juara bertahan yang selamat berkat ayunan kaki sang penyihir Aljazair.
Di tengah pertaruhan harga diri antara Arab Saudi dan Qatar, batas antara pahlawan dan pecundang hanya ditentukan oleh tiang gawang dan ketenangan di titik putih.
Kejutan besar mewarnai babak 16 besar AFC Champions League Elite saat raksasa Arab Saudi, Al-Hilal, dipaksa angkat koper oleh wakil Qatar, Al-Sadd.
Al Hilal Kalah melalui drama adu penalti yang berakhir 4-2 setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit, dimana Al-Sadd yang baru saja dinobatkan sebagai juara Liga Qatar tampil tanpa beban.
Baku Tembak 6 Gol
- Al-Hilal sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan melalui gol Sergej Milinkovic-Savic di menit ke-29.
- Namun, Al-Sadd yang dipimpin oleh motor serangan asal Brasil, Claudinho, berkali-kali mampu menyamakan kedudukan.
- Salem Al-Dawsari menggandakan keunggulan Al Hilal di Menit ke-55, Rafa Mujica kembali membuat skor imbang di menit ke-58.
- Meski Simone Inzaghi mencoba merespons dengan memasukkan tenaga baru yang berujung gol dari Marcos Leonardo, konsentrasi lini belakang Al-Hilal yang rapuh membuat Roberto Firmino mampu memaksakan hasil imbang 3-3 hingga akhir perpanjangan waktu.
Drama mencapai puncaknya di babak adu penalti. Kegagalan eksekusi dari nama-nama besar seperti Roberto Firmino dan Karim Benzema menjadi mimpi buruk bagi publik tuan rumah.
Sebaliknya, Akram Afif menunjukkan ketenangan luar biasa sebagai penendang penentu yang memastikan kemenangan 4-2 bagi Al-Sadd.
Dalam laga itu terjadi hujan tembakan, dan tercatat total 43 tembakan dilepaskan sepanjang 120 menit laga Al-Hilal vs Al-Sadd. Al-Sadd bahkan mencatatkan 22 percobaan gol, berbanding 8 milik Al-Hilal di waktu normal.
Al-Hilal harus belajar dengan cara yang menyakitkan, bahwa sejarah besar tak menjamin kemenangan di atas lapangan hijau. (*)
Baca juga :





