Bordeaux, Paris – Prancis dan Spanyol saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk mengendalikan kebakaran hutan skala besar, sebelum gelombang panas baru kembali melanda wilayah tersebut pada pekan ini.
Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin mempersulit upaya petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menyatakan bahwa awal pekan ini merupakan fase penentu.
“Hari-hari ini adalah masa yang sangat krusial sebelum temperatur kembali meningkat,” ujarnya, selaras dengan peringatan Perdana Menteri Pedro Sánchez yang menyebut negaranya sedang menghadapi jam-jam penuh tantangan dan kompleksitas, Kutip The Guardian Selasa 28
Di lapangan, kebakaran di kawasan berbukit Ávila, sebelah barat Madrid, telah tercatat sebagai musibah terbesar dalam sejarah modern Spanyol dengan melahap 50.000 hektare lahan.
Secara keseluruhan, total area yang hangus di dekat ibu kota Spanyol kini telah mencapai 70.000 hektare.
Badan Meteorologi Nasional Spanyol, Aemet, memperkirakan gelombang panas akan bertahan setidaknya hingga akhir pekan, diperparah oleh tiupan angin selatan yang kencang.
Situasi serupa juga dihadapi oleh Prancis. Juru bicara layanan pemadam kebakaran, Eric Brocardi, menyebut upaya pemadaman sebagai sebuah perlombaan melawan waktu.
Suhu udara di sejumlah wilayah diperkirakan dapat mencapai 40 derajat Celsius, yang secara langsung berdampak pada eskalasi kebakaran di Gironde, Prancis barat daya.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menggambarkan karakter api di wilayah tersebut sebagai fenomena yang sangat intens dan tidak dapat diprediksi. ”
Api bahkan menciptakan anginnya sendiri dan bergerak secara tidak menentu ke arah kawasan metropolitan Bordeaux,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bordeaux, Thomas Cazenave, mengungkapkan kepada BBC bahwa pihaknya telah bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk seiring mendekatnya titik api ke wilayah perkotaan.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya ke Bordeaux, menegaskan bahwa beberapa pekan ke depan akan menjadi fase yang amat berat.
Komisi Eropa menilai bahwa daratan Eropa sedang menghadapi krisis iklim yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Musim kebakaran tahun ini bahkan diprediksi berpotensi berlangsung hingga bulan November mendatang. Sebagai bentuk solidaritas regional, Uni Eropa telah mengoordinasikan pengiriman bantuan armada pesawat pemadam serta tim ahli dari berbagai negara anggota untuk membantu Prancis dan Spanyol dalam menanggulangi krisis ekologis ini.





