Baku, Azerbaijan – Chelsea berhasil pulang dengan satu poin berharga dari lawatan sengit ke Stadion Tofiq Bahramov, Baku, Azerbaijan, setelah bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Qarabag dalam laga Liga Champions yang dramatis.
Alejandro Garnacho menjadi pahlawan dengan gol penyama kedudukan fantastis di babak kedua dan sempat unggul cepat lewat bintang muda Brasil, Estevao Willian.
The Blues secara mengejutkan tertinggal 2-1 sebelum turun minum, akibat kebobolan dua gol dalam sembilan menit yang menunjukkan rapuhnya lini belakang tim tamu.
Keputusan pelatih Enzo Maresca memasukkan tiga pemain baru di awal babak kedua terbukti menjadi kunci.
Perubahan taktik tersebut berhasil mengembalikan kontrol Chelsea atas permainan, dan memastikan mereka membawa pulang hasil imbang yang diperjuangkan dengan keras.
Badai Cedera & Debut James
Enzo Maresca melakukan tujuh perubahan besar dalam starting XI, menunjukkan upayanya memanfaatkan kedalaman skuad.
Laga itu menjadi momen penting bagi Reece James yang mencatatkan start ke-150-nya, berduet dengan Tosin Adarabioyo dan Jorrel Hato di lini belakang. Sayangnya, rencana Maresca langsung terganggu di menit ketujuh.
Gelandang Romeo Lavia harus ditarik keluar karena cedera, digantikan oleh Moises Caicedo. Ini menjadi kekecewaan besar, yang kemudian disoroti Maresca setelah pertandingan.
Balasan Mematikan Qarabag
Babak pertama berjalan menghibur dan penuh kejutan. Pada menit ke-15, Chelsea unggul melalui kolaborasi pemain muda Brasil.
- Umpan cerdik dari Joao Pedro menemukan ruang bagi Andrey Santos, yang kemudian memberikan bola kepada Estevao Willian. Dengan gesit, pemain berusia 18 tahun itu menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kiri tajam yang tak mampu dijangkau kiper, mencetak gol ke-350 Chelsea di Liga Champions.
- Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama. Pertahanan The Blues yang terlihat rentan akhirnya dihukum Qarabag dengan dua gol cepat.
- Menit ke-30: Tendangan Duran membentur tiang, bola liar disambut Leandro Andrade dengan tendangan voli yang tenang (1-1).
- Menit ke-39: Malapetaka bagi Hato. Ia dianggap handball di kotak penalti setelah kehilangan bola. Marko Jankovic dengan dingin menuntaskan penalti, membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk tuan rumah.
Sentuhan Emas Ubah Permainan

Melihat timnya kebobolan dua gol konyol, Maresca mengambil keputusan berani saat jeda, yaitu tiga pergantian pemain sekaligus.
Enzo Fernandez, Alejandro Garnacho, dan Liam Delap dimasukkan, menggantikan Santos, Gittens, dan George. Dampak yang dibawa trio ini terasa instan.
- Menit ke-52: Delap menjadi inisiator serangan balik cepat, melepaskan Garnacho di sisi kiri. Meski sempat terintersep, bola kembali ke Garnacho yang kemudian menciptakan ruang untuk dirinya sendiri.
- Dengan tendangan kaki kiri akurat, Alejandro Garnacho menghujamkan bola ke sudut jauh, mengubah skor menjadi 2-2.
- Enzo Fernandez dan Delap menciptakan peluang emas, menunjukkan peningkatan ketajaman Chelsea dalam menyerang.
Di sisa waktu, Chelsea tampil jauh lebih agresif. Estevao, Delap, dan Buonanotte (yang masuk di menit ke-70 menggantikan Joao Pedro) terus menekan, namun hasil akhir tetap dengan skor imbang 2-2.
Usai laga, Pelatih Chelsea, Enzo Maresca memberikan penilaian yang lugas. Ia mengakui bahwa kunci perbedaan hasil adalah efektivitas di dalam kotak penalti.
“Perbedaan besarnya ada di dalam kotak penalti. Di kotak penalti kami, kami kebobolan dua gol yang sebenarnya bisa kami hindari. Di kotak penalti mereka, untuk seberapa sering kami tiba di sana, kami perlu sedikit lebih klinis,” kata Maresca dikutip dari Situs Resmi Chelsea.
Maresca memuji respon timnya setelah pergantian pemain, dan menekankan perlunya pemulihan cepat menjelang laga berikutnya.
Ia juga menyatakan kekecewaan mendalam atas cedera Lavia, berharap itu bukanlah cedera jangka panjang. Kisah laga di Baku ini menjadi pelajaran pahit dan manis bagi The Blues.
Mereka menunjukkan semangat juang dan kedalaman skuad untuk bangkit dari ketertinggalan, namun kerentanan di lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Maresca. Kini, seluruh fokus beralih ke Stamford Bridge untuk menjamu Wolves. (*)
Baca juga :





