Beijing, China – Pengembang aplikasi pemantau keselamatan asal China, Sileme atau yang secara harfiah berarti “Apakah Kamu Sudah Mati?” resmi mengumumkan perubahan identitas merek (rebranding) menjadi Demumu untuk pasar internasional.
Langkah ini diambil setelah aplikasi tersebut meraih popularitas besar di tengah meningkatnya tren hidup mandiri atau “solitary lifestyle” di Negeri Tirai Bambu.
Aplikasi ini dirancang sebagai alat keselamatan ringan bagi mereka yang tinggal sendirian. Sistem kerjanya mengharuskan pengguna mendaftarkan satu kontak darurat.
Jika pengguna tidak melakukan konfirmasi kehadiran (check-in) di aplikasi selama beberapa hari berturut-turut, sistem akan mengirimkan notifikasi otomatis kepada kontak tersebut.
Dalam pernyataan resmi melalui platform Weibo pada Selasa (13/01/26), tim pengembang menyatakan bahwa transisi nama ini merupakan bagian dari strategi ekspansi.
“Setelah pertimbangan mendalam, aplikasi ‘Sileme’ akan secara resmi mengadopsi nama merek global ‘Demumu’ pada versi terbaru yang akan segera dirilis,” tulis pihak perusahaan sebagaimana dikutip dari laporan Global Times.

Lonjakan Pengguna & Skema Berlangganan
Kepopuleran aplikasi ini melonjak tajam hingga sempat menduduki posisi puncak tangga aplikasi berbayar di Apple App Store minggu ini.
Menanggapi pertumbuhan beban operasional, pihak manajemen mulai memberlakukan skema pembayaran sebesar 8 yuan (sekitar Rp17.500) atau 8 dolar Hong Kong untuk mengunduh aplikasi tersebut.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran demografi di China. Berdasarkan data media pemerintah, diperkirakan terdapat hingga 200 juta rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang, dengan tingkat penduduk yang tinggal sendiri melampaui angka 30 persen.
Kehadiran aplikasi dengan nama yang provokatif namun fungsional ini mendapat reaksi beragam dari masyarakat.
Bagi sebagian orang, nama asli aplikasi tersebut mungkin terdengar ekstrem, namun fungsinya memberikan rasa aman yang nyata.
“Mungkin sebagian orang konservatif sulit menerimanya,” ujar salah satu pengguna dalam kolom komentar public, yang dikutip Global Times.
“Namun bagi kami yang tidak menikah, aplikasi ini membuat kami merasa lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.”
Rebranding menjadi Demumu diharapkan dapat menetralkan kesan kelam dari nama aslinya sekaligus mempermudah penetrasi ke pasar luar negeri yang memiliki latar belakang budaya berbeda.(YA)





