Badai Recall Airbus A320 Hantam Penerbangan Global

Kemenhub Bertindak: 38 Jet A320 di Indonesia Dilarang Terbang

Eropa – Ribuan penerbangan di seluruh dunia terancam kacau balau menjelang akhir pekan, setelah Airbus memerintahkan recall mendesak terhadap sekitar 6.000 pesawat A320.

Perintah perbaikan perangkat lunak yang harus dilakukan sebelum pesawat diizinkan terbang kembali ini, mempengaruhi lebih dari separuh armada A320 global, dan memicu pembatalan serta penundaan massal.

Perintah ini dikeluarkan sebagai “tindakan pencegahan” oleh Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Jumat (28/11/2025) malam waktu setempat.

Meskipun perbaikan utamanya hanya berupa pengembalian ke versi perangkat lunak yang lebih lama dan relatif sederhana, namun dampaknya langsung terasa karena harus segera diselesaikan.

Ini disebut-sebut sebagai salah satu penarikan kembali (recall) terbesar, yang pernah dialami Airbus dalam sejarah 55 tahunnya.

Radiasi Matahari Rusak Data Krusial

Aksi mendadak ini dipicu oleh insiden serius yang melibatkan pesawat A320 baru-baru ini. Dalam keterangannya, Airbus menyatakan bahwa  insiden ini menunjukan ada nya radiasi matahari yang intens dan dapat merusak data yang sangat penting bagi fungsi kendali penerbangan.

Foto: Dok. Long Visual Press (Sebastian Barros)
  • Pemicu Utama: Sebuah insiden JetBlue rute Cancun ke Newark pada 30 Oktober, di mana beberapa penumpang terluka setelah pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian.
  • Sistem yang Terdampak: Masalah ini tertuju pada sistem penerbangan yang disebut ELAC (Elevator and Aileron Computer), yang menerjemahkan perintah pilot dari side-stick ke bagian kendali di ekor pesawat.

“Airbus menyadari rekomendasi ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan,” kata Airbus dalam sebuah pernyataan resminya yang dikutip The Guardian.

Indonesia Grounding Puluhan Pesawat

Gangguan global ini juga merembet ke Indonesia, menuntut tindakan cepat dari regulator dan maskapai penerbangan domestik.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada laman resminya mengeluarkan instruksi khusus, agar semua pesawat yang beroperasi harus memiliki komputer Aileron Elevator (ELAC) yang ‘layak pakai’ sebelum penerbangan selanjutnya, menindaklanjuti arahan EASA.

Airbus di Bandara Internasional SOETTA – Foto: Dok. Kemenhub
  • Jumlah Terdampak: Dari total 207 pesawat keluarga A320 di Indonesia, 38 pesawat dipastikan terdampak perintah kelaikudaraan, atau sekitar 26% dari total yang beroperasi.
  • Maskapai Berkoordinasi: Ditjen Hubud telah berkoordinasi dengan enam maskapai domestik pengguna A320, yaitu Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa.
  • Perkiraan Perbaikan: Perbaikan pesawat terdampak diperkirakan memerlukan waktu 3 hingga 5 hari sejak informasi ini diterbitkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menghimbau masyarakat yang telah memiliki tiket penerbangan antara 30 November hingga 4 Desember 2025 untuk segera melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan pada masing-masing maskapai, mengingat potensi gangguan yang akan terjadi.

Berpacu Dengan Waktu Perbaikan

Maskapai-maskapai besar di dunia bergegas menarik pesawat dari jadwal terbang, untuk melakukan pembaruan perangkat lunak, dengan dampak yang bervariasi:

  • Amerika Serikat: American Airlines, operator A320 terbesar di dunia, menyebut sekitar 340 dari 480 pesawat A320-nya memerlukan perbaikan. Delta memperkirakan kurang dari 50 pesawat A321neo-nya terdampak.
  • Asia & Pasifik: ANA Holdings, maskapai terbesar di Jepang, membatalkan 65 penerbangan domestik pada hari Sabtu, dan pembatalan tambahan mungkin terjadi pada hari Minggu. Jetstar di Australia turut membatalkan sejumlah penerbangan domestik.
  • Eropa: Lufthansa (Jerman) dan IndiGo (India) juga menyatakan akan menarik pesawat sebentar untuk perbaikan. Sementara itu, easyJet (Inggris) telah berhasil menyelesaikan pembaruan perangkat lunak pada banyak pesawat yang dibutuhkan dan diperkirakan beroperasi normal.
  • Amerika Latin: Avianca (Kolombia) menyebutkan bahwa recall ini memengaruhi lebih dari 70% armadanya, memaksa maskapai tersebut menutup penjualan tiket hingga 8 Desember.

Dampak recall ini muncul di tengah tingginya permintaan pada bengkel perbaikan maskapai, yang sudah bergulat dengan kekurangan kapasitas perawatan dan penundaan perbaikan mesin yang terpisah. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *