Denpasar — Bali kini menyimpan kisah pilu. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (09/09/25) lalu, menyebabkan sungai-sungai meluap dan memicu bencana yang terbilang langka di pulau ini.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat banjir di Bali bertambah menjadi 16 orang.
Seluruh korban yang ditemukan sudah dievakuasi oleh tim gabungan. Pihak berwenang menyatakan bahwa sebagian besar korban meninggal karena terseret arus saat sungai meluap.
“Korban meninggal terbanyak tercatat di Kota Denpasar delapan jiwa, kemudian Kabupaten Gianyar tiga jiwa, Jembrana dua jiwa, dan Badung satu jiwa,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari pada keterangan resminya Kamis (11/09/25).
Ia menambahkan bahwa tidak ada korban tewas akibat bencana banjir bandang ini dari kalangan turis asing.

Satu Warga Dilaporkan Hilang
Tim SAR gabungan yang terdiri dari 125 personel masih terus mencari satu korban yang dilaporkan hilang. Keduanya teridentifikasi di Kota Denpasar.
“Kami terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi,” ujar Abdul.
Berdasarkan pantauan Tim SAR Bali, Situasi di lapangan masih sangat sulit, dengan genangan air yang belum sepenuhnya surut dan tumpukan puing-puing yang menghambat akses.
Sekitar 500 personel militer dikerahkan untuk membantu membersihkan jalan dari lumpur, puing, dan bebatuan.
“Puncak hujan telah berlalu dan umumnya air telah surut. Sekarang, kami fokus membersihkan lumpur dari jalanan,” kata Abdul Muhari.

Ratusan Warga Mengungsi
Dampak bencana ini memaksa ratusan warga mengungsi. Total 562 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, memanfaatkan posko, sekolah, balai desa, mushola, dan banjar sebagai tempat berlindung sementara.
- Denpasar: Terjadi di 81 titik, wilayah dengan titik banjir terbanyak.
- Jembrana: 327 warga mengungsi.
- Gianyar: 14 titik banjir dan 5 titik tanah longsor.
- Badung: 12 titik banjir dan 1 titik tanah longsor.
- Karangasem: 4 titik banjir dan 12 titik tanah longsor.
BPBD Bali mencatat total lebih dari 120 titik banjir di seluruh pulau. Untuk meringankan beban para pengungsi, BNPB menyalurkan bantuan berupa selimut, matras, paket sembako, tenda, perahu karet, dan pompa air. (YA)
Baca juga :





