Korea Utara – Sebuah babak baru pariwisata Korea Utara dibuka dengan megah. Di tepi pantai Wonsan yang indah, Zona Wisata Pesisir Wonsan Kalma secara resmi diresmikan oleh Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Proyek ambisius ini membentang sepanjang 4 kilometer di pesisir Wonsan :
- Dirancang untuk menampung sekitar 20.000 pengunjung
- Dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti hotel, mal, dan restoran
- Terdapat taman air yang menawan
Sejak dibuka, warga lokal dan bahkan wisatawan asing dari Rusia mulai berdatangan, menikmati pesona resor yang baru ini.
Namun, euforia itu tak bertahan lama. Hanya beberapa minggu setelah pembukaan resminya, Korea Utara tiba-tiba mengumumkan sebuah keputusan mengejutkan: akses turis asing ke resor Wonsan kini dilarang.
Pengumuman ini dirilis melalui situs pariwisata resmi Korea Utara, tak lama setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang dilaporkan memuji perkembangan resor tersebut saat bertemu dengan Kim Jong Un.

Dilansir dari BBC, pihak Korea Utara tidak memberikan alasan resmi di balik larangan mendadak ini. Meskipun demikian, larangan ini diperkirakan hanya bersifat sementara.
Hal itu mengingat tujuan utama pembangunan Resor Wonsan Kalma adalah untuk menghasilkan devisa melalui jalur pariwisata, sebuah sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan negara tersebut.
Spekulasi di Balik Tirai Besi
Berbagai spekulasi pun muncul di kalangan pengamat internasional mengenai alasan di balik keputusan mendadak ini.
- Artikel Jurnalis Rusia: Beberapa pihak menduga larangan ini diberlakukan akibat sebuah artikel jurnalis Rusia yang menyatakan bahwa para pengunjung resor Wonsan bukan wisatawan sungguhan, melainkan hanya “pengaturan” oleh pihak berwenang.
- “Konsekuensi Negatif” dari Keterbukaan: Oh Gyeong-seob dari Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul berpendapat, “Pemerintah Korea Utara diyakini telah memutuskan bahwa mereka akan menghadapi beberapa konsekuensi negatif ketika membuka situs tersebut untuk orang asing.” (Dikutip dari EuroNews).
- Kesulitan Menarik Wisatawan Rusia: Menurut Lee Sangkeun dari Institut Strategi Keamanan Nasional di Seoul, keputusan Korea Utara kemungkinan juga terkait dengan kesulitan dalam menarik wisatawan Rusia, meskipun ada hubungan baik antara kedua negara.

Visi Kim Jong Un untuk Wonsan Kalma
Menurut laporan BBC, Sebelum larangan ini diberlakukan, Kim Jong Un telah menyatakan bahwa Wonsan Kalma adalah sebuah “langkah awal yang membanggakan” dan merupakan bagian penting dalam revitalisasi sektor pariwisata Korea Utara.
Pada 24 Juni lalu, ia bahkan secara pribadi menghadiri seremoni penyelesaian resor tersebut, didampingi oleh keluarganya dan duta besar Rusia.
Kehadiran langsung pemimpin tertinggi menunjukkan betapa vitalnya proyek ini, bagi agenda ekonomi dan citra internasional Korea Utara.
Pariwisata internasional, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pendapatan signifikan bagi negara yang sangat terisolasi ini.
Namun, insiden seperti larangan mendadak ini justru menimbulkan pertanyaan besar tentang konsistensi dan transparansi kebijakan pariwisata mereka.
Keputusan mendadak untuk melarang turis asing mengunjungi Resor Wonsan Kalma menjadi gambaran kompleksitas, dan sifat tidak terduga dari kebijakan Korea Utara.
Di satu sisi, ada upaya nyata untuk membuka diri dan menarik devisa melalui pariwisata.
Namun di sisi lain, kekhawatiran akan kontrol informasi, citra publik, atau bahkan realitas di lapangan, tampaknya masih menjadi pertimbangan utama yang bisa mengubah kebijakan secara instan. (VT)
Baca juga :





