Munchen, Jerman – Ada pemandangan tak biasa saat FC Bayern Munich melumat Borussia Monchengladbach 4-1 di Allianz Arena, Sabtu (07/03/26) dinihari.
Bukan cuma soal skor mencolok yang membuat mereka unggul 14 poin di puncak Bundesliga, tapi soal ban kapten yang melingkar di lengan Jamal Musiala.
Sebuah simbol pergantian takhta yang diiringi dengan performa “mengerikan” anak asuh Vincent Kompany.
Bayern tidak hanya sekadar menang; mereka bermain dengan efisiensi yang membuat Gladbach terlihat seperti tim amatir di beberapa momen krusial.
Badai 12 Menit & Kartu Merah
- Duo Maut: Luis Diaz membuka kran gol lewat tendangan voli maut (33′), disusul aksi serangan balik kilat Konrad Laimer tepat sebelum peluit jeda dibunyikan dan menutup skor 2-0 di babak pertama.
- Kartu Merah: Pelanggaran keras Rocco Reitz terhadap Nicolas Jackson berbuah kartu merah langsung. Jamal Musiala yang maju sebagai algojo mencetak gol liga pertamanya dalam hampir setahun terakhir.
- Gol Perdana 2026: Nicolas Jackson mengakhiri puasa golnya di tahun 2026 pada menit ke-80 setelah menyambar umpan datar Lennart Karl.
- Gol Gladbach: Wael Mohya mencetak gol hiburan di menit akhir (89′) memanfaatkan bola muntah tendangan bebas.
Ban Kapten & Eksperimen Kompany
Salah satu momen paling menarik bukan terjadi lewat gol, melainkan saat Jamal Musiala memimpin tim keluar dari lorong pemain.
Di usia yang masih sangat muda, dipercaya menjadi kapten klub sebesar Bayern adalah tanggung jawab raksasa.

“Jujur saja, saat saya berlari melintasi lapangan, ban kapten itu terasa sedikit berat,” ujar Jamal Musiala dengan nada bercanda namun penuh rasa bangga dikutip dari Situs Resmi FC Bayern.
Performa 90 menit penuhnya setelah pulih dari cedera membuktikan bahwa ia bukan hanya masa depan, tapi adalah “pemilik” Bayern saat ini.
Dilansir FC Bayern, Pelatih Munich, Vincent Kompany melakukan sesuatu yang jarang terlihat di Bundesliga musim ini.
Ia menarik keluar Manuel Neuer di babak pertama bukan karena cedera, melainkan untuk memberikan menit bermain bagi Jonas Urbig.
Rotasi ekstrem ini, termasuk memainkan debutan Maycon Cardozo, menunjukkan betapa mewahnya skuat Bayern.
Meskipun organisasi pertahanan sempat sedikit kendur di menit akhir hingga kebobolan gol Wael Mohya, Kompany tetap tenang.
“Intensitasnya benar, organisasi hanya sedikit goyah karena banyak pemain muda di lapangan,” tegas sang pelatih.
Kemenangan kelima berturut-turut ini menempatkan Bayern di posisi yang sangat nyaman dengan 66 poin. Jarak 14 poin dari Borussia Dortmund adalah “lubang” yang hampir mustahil ditutup di sisa musim ini.
Namun, pesta tak bisa berlangsung lama. Pesawat menuju Italia sudah menunggu. Bayern harus segera mengalihkan fokus ke Liga Champions untuk menghadapi Atalanta. (*)
Baca juga :





