Atlanta, AS – Stadion Mercedes-Benz yang seharusnya menjadi panggung pesta bagi 66.867 pendukung Amerika Serikat justru berubah menjadi saksi bisu kehancuran lini pertahanan “The Stars & Stripes”.
Dalam laga uji coba, Belgia secara brutal melumat tim asuhan Mauricio Pochettino dengan skor telak 5-2.
Meski sempat unggul lebih dulu, AS dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa level mereka masih terpaut jauh dari elit Eropa, hanya 76 hari sebelum pembukaan Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini bukan sekadar statistik di atas kertas; ini adalah kekalahan kandang terburuk AS sejak 1959, di mana mereka sempat mencetak gol pembuka. Bagi Pochettino, hasil ini adalah alarm keras yang memekakkan telinga.
Dari Tertinggal Jadi Membantai
Amerika Serikat sebenarnya memulai laga dengan penuh optimisme, dan sempat unggul lebih dahulu.
- Weston McKennie memecah kebuntuan di menit ke-39 lewat sepakan voli maut yang memanfaatkan sepak pojok Antonee Robinson.
- Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sekejap. Sebelum jeda, Zeno Debast melepaskan roket jarak jauh yang tak mampu dibendung Matt Turner, mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, kendali permainan sepenuhnya berpindah ke tangan Belgia, yang tampil tanpa Lukaku dan Courtois justru menunjukkan kolektivitas yang mematikan.

- Rapuhnya Koordinasi: Amadou Onana membalikkan keadaan di menit ke-53 setelah memanfaatkan kegagalan sapuan bersih lini belakang AS.
- Petaka Penalti: Kapten Amerika, Tim Ream melakukan handball fatal yang dikonversi dengan sempurna oleh Charles De Ketelaere di menit ke-59 untuk mengubah skor menjadi 3-1.
- Sihir Lukebakio: Dodi Lukebakio yang masuk sebagai pemain pengganti menghancurkan sisa-sisa mental tuan rumah dengan dua gol jarak jauh di menit ke-68 dan ke-82.
- Performa Buruk: Christian Pulisic, wajah utama sepakbola Amerika, tampil mengecewakan dengan membuang tiga peluang emas yang seharusnya bisa mengubah alur pertandingan.
- Gol Hiburan: Patrick Agyemang berhasil memperkecil defisit, dengan gol hiburan di menit akhir dan menutup skor 2-5.
Alarm Bahaya Pochettino
Sejak mengambil alih kemudi, Pochettino terus bereksperimen, namun laga melawan tim peringkat 9 dunia ini membuktikan bahwa eksperimen tersebut belum membuahkan tembok pertahanan yang kokoh.
Absennya pilar seperti Chris Richards dan Tyler Adams memang berpengaruh, namun rapuhnya komunikasi antara Tim Ream dan Mark McKenzie menjadi catatan merah yang tak bisa ditoleransi di level internasional.
Ejekan penonton tuan rumah saat water break dan peluit panjang, menjadi bukti bahwa publik Amerika mulai kehilangan kesabaran.
Dengan waktu yang semakin menipis menuju Piala Dunia, AS tidak lagi punya kemewahan untuk melakukan kesalahan elementer.
Amerika Serikat tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan memalukan ini. Mereka harus tetap di Atlanta untuk menghadapi tim peringkat 5 dunia, Portugal.
Sementara Belgia terbang ke Chicago dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Meksiko, membawa modal 10 laga tak terkalahkan yang semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai kandidat kuat di musim panas nanti. (*)
Baca juga :





