Koln, Jerman – Ada pepatah lama di sepakbola: “Tim besar tetap menang meski bermain buruk.” Itulah gambaran sempurna kemenangan 2-1 Borussia Dortmund atas FC Koln, pada Minggu (08/03/26) dinihari.
Di tengah gemuruh Cologne-Mungersdorf yang memekakkan telinga, Die Schwarzgelben berhasil membawa pulang poin penuh, meski sang pelatih, Niko Kovac, justru pulang dengan wajah masam.
Kemenangan ini krusial bagi Dortmund untuk menjaga asa di papan atas, saat Bundesliga memasuki sepuluh laga pamungkas.
Namun, laga ini lebih menyerupai drama ketimbang pertandingan sepakbola biasa, lengkap dengan kartu merah, intervensi VAR, hingga protes “perampokan” di menit akhir.
Dominasi Semu & Keajaiban Guirassy
Koln sebenarnya memulai laga seperti mesin yang panas. Dalam 15 menit pertama, Dortmund dibuat terkurung dengan enam sepak pojok bertubi-tubi. Namun, sepakbola seringkali kejam.
- Lewat skema serangan balik yang dibangun Maximilian Beier, Serhou Guirassy membuktikan kelasnya sebagai predator.
- Hanya dengan sentuhan sol sepatu yang tampak mustahil, ia membelokkan bola ke gawang Schwabe.
Statistik mencatat Koln menguasai 60% bola, namun Dortmund punya sesuatu yang tidak dimiliki tuan rumah, yaitu efisiensi maut.
Keadaan makin memburuk bagi Koln tepat sebelum turun minum. Tekel brutal Simpson-Pusey kepada Beier awalnya hanya berbuah kuning, namun monitor VAR mengubah segalanya. Kartu merah keluar, dan Mungersdorf pun membara.

Menang Tapi Malu
Memasuki babak kedua dengan keunggulan jumlah pemain, Dortmund tampak akan menang mudah.
- Maximilian Beier menambah luka tuan rumah lewat gol cerdik di menit ke-60, setelah melakukan umpan satu-dua yang memanjakan mata dengan Julian Brandt. Skor 2-0 seharusnya menjadi akhir cerita.
- Namun, Dortmund justru mengendurkan syaraf. Gol defleksi Jakub Kaminski di menit ke-88 membuat sisa laga menjadi neraka bagi lini belakang BVB.
Puncaknya terjadi di masa injury time saat bola mengenai tangan Yan Couto di kotak terlarang. Wasit bergeming, dan peluit panjang ditiup di tengah badai protes pemain Koln.
Usai laga, Pelatih Borussia Dortmund, Niko Kovac tidak menutupi rasa kecewanya.
“Kami menang tapi tidak bermain bagus. Jika itu (penalti Yan Couto) terjadi pada kami, saya pasti sama marahnya,” tegas Kovac kepada Sky Sports.
Dortmund memang membawa pulang tiga poin, tapi mereka meninggalkan lapangan dengan banyak pekerjaan rumah. Kemenangan ini mungkin manis di klasemen, tapi pahit secara performa. (*)
Hasil Lainnya Bundesliga :
- VfB Stuttgart vs Mainz: 2-2
- Freiburg vs Bayer Leverkusen: 3-3
- Wolfsburg vs Hamburger SV: 1-2
- Augsburg vs RB Leipzig: 2-1
- Hoffenheim vs FC Heidenheim: 4-2
Baca juga :





