Sevilla, Spanyol – Atmosfer Estadio de La Cartuja awalnya begitu mencekam bagi tim tamu. Lautan hijau suporter Real Betis bergemuruh, menciptakan tekanan mental yang nyaris meruntuhkan pertahanan Braga.
Namun, sepakbola selalu punya cara untuk mengejutkan. Di bawah langit Sevilla, sebuah narasi kebangkitan epik tercipta, mengubah keputusasaan menjadi sebuah pesta kemenangan yang akan dikenang lama oleh para pendukung The Warriors.
SC Braga resmi melaju ke babak semifinal Liga Europa setelah mencatatkan kemenangan dramatis 4-2 atas Real Betis pada laga leg kedua perempat final, Jumat (17/04/26) dinihari.
Sempat tertinggal dua gol di babak pertama, skuad asuhan Carlos Vicens menunjukkan mentalitas baja dengan membalas empat gol beruntun untuk membalikkan keadaan di markas lawan.
Kemenangan ini membawa Braga melangkah ke fase empat besar untuk menantang wakil Jerman, SC Freiburg.
Keberhasilan ini sekaligus menghidupkan kembali ambisi klub asal Portugal tersebut untuk mengulang sejarah manis mereka mencapai partai final Liga Europa seperti pada tahun 2011 silam.
Proses Kebangkitan Sang Prajurit

Pertandingan berjalan sangat dinamis dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Berikut adalah kronologi proses terjadinya gol yang mengubah jalannya laga:
- Gol Pertama (13′): Tuan rumah unggul lebih dulu lewat sundulan Antony. Berawal dari umpan silang Abde Ezzalzouli yang melambung liar akibat defleksi, pertahanan Braga terpaku dan membiarkan Antony menyundul bola masuk setelah sempat membentur tiang.
- Gol Kedua (26′): Keadaan memburuk bagi Braga saat Abdessamad Ezzalzouli menggandakan keunggulan. Kerja sama satu-dua yang apik antara Fornals dan Antony membongkar lini belakang tim tamu, diakhiri dengan penyelesaian tenang oleh sang winger.
- Gol Balasan (38′): Titik balik dimulai saat Pau Victor mencetak gol pertama Braga. Memanfaatkan kegagalan barisan pertahanan Betis menyapu bola silang dengan bersih, Victor melepaskan tendangan voli yang gagal dibendung kiper Pau Lopez.
- Gol Penyeimbang (49′): Memasuki babak kedua, Ricardo Horta mengirimkan umpan tendangan bebas presisi ke kotak penalti. Vitor Carvalho memenangi duel udara dan menanduk bola dengan keras ke dalam jaring. Skor berubah 2-2.
- Gol Pembalik Keadaan (53′): Drama berlanjut saat Demir Ege Tiknaz dilanggar oleh Sofyan Amrabat di kotak terlarang. Ricardo Horta yang maju sebagai algojo penalti sukses mengecoh kiper lawan dan membawa Braga unggul 3-2.
- Gol Kemenangan (74′): Publik tuan rumah terdiam saat Jean-Baptiste Gorby melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Bola yang membentur dua pemain lawan berubah arah dan meluncur masuk, memastikan keunggulan Braga menjadi 4-2.

Saat pertandingan sempat terhenti karena penanganan medis Pau Victor, pelatih Carlos Vicens memanfaatkan momen tersebut untuk mengumpulkan pemainnya.
Ia memberikan instruksi taktis mendalam di pinggir lapangan, yang terbukti ampuh meredam ambisi bangkit Real Betis di sisa waktu pertandingan.
Sebaliknya, Manuel Pellegrini mencoba memasukkan tenaga baru seperti Bakambu dan Aitor Ruibal, namun barisan pertahanan Braga yang kini dipimpin Gabriel Moscardo tampil sangat disiplin.
Para pendukung tuan rumah bahkan mulai meninggalkan stadion lebih awal, saat menyadari tim mereka kehilangan kendali permainan.
Braga membuktikan bahwa di kompetisi Eropa, keunggulan dua gol tidak pernah benar-benar aman jika menghadapi tim dengan semangat “Warriors”.
Kini, dengan tiket semifinal di tangan, mimpi menuju partai puncak bukan lagi sekadar angan-angan. (*)
Baca juga :





