Caen, Prancis – Olympique de Marseille menunjukkan perbedaan kelas yang luar biasa, saat bertamu ke markas tim kasta keenam, Bayeux, dalam lanjutan Coupe de France.
Bermain di Stadion Michel Ornano yang penuh sesak, anak asuh Roberto De Zerbi tidak memberikan celah sedikit pun bagi tuan rumah dan menutup laga dengan kemenangan telak 9-0.
Bintang utama malam itu tak lain adalah Mason Greenwood yang sukses mengemas hat-trick.
Penampilan dominan ini memastikan langkah Les Olympiens ke babak 16 besar, sekaligus mengirimkan pesan peringatan kepada rival-rival mereka di Prancis.
Pesta Gol Sejak Awal
Marseille memulai laga dengan intensitas tinggi. Meski Bayeux sempat menunjukkan kegigihan di menit-menit awal, pertahanan mereka akhirnya jebol pada menit ke-12.
- Mason Greenwood melepaskan umpan tarik matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Angel Gomes. Gol ini menjadi momen emosional bagi Gomes yang belakangan jarang mendapatkan menit bermain.
- Tak butuh waktu lama, kesalahan fatal dari kiper Bayeux, Lecanu, dimanfaatkan oleh Hamed Junior Traore untuk menggandakan keunggulan, yang disusul gol Mason Greenwood delapan menit berselang.
- Sebelum turun minum, Amine Gouiri ikut mencatatkan namanya di papan skor melalui sontekan di tiang jauh, menutup babak pertama dengan dominasi absolut Marseille 4-0.

Hat-trick Greenwood
Memasuki babak kedua, De Zerbi memasukkan tenaga baru seperti CJ Egan-Riley dan Timothy Weah. Hasilnya instan.
- Baru saja laga dimulai kembali, aksi individu Gouiri di garis gawang memberikan umpan manja bagi Mason Greenwood untuk mencetak gol keduanya.
- Amine Gouiri yang tampil tajam dengan satu assist krusial, menambah koleksi gol nya dengan mencetak brace.
- Gol debut dari CJ Egan-Riley yang mencetak gol pertamanya untuk klub melalui sundulan bertenaga, mengubah skor menjadi 7-0.
- Neal Maupay Ikut menyumbang gol untuk menambah penderitaan tuan rumah.
- Dominasi Mason Greenwood menutup laga dan melengkapi hat-trick tepat pada menit ke-90.

Kemenangan ini terasa lebih spesial bagi publik Provence. Pasalnya, rival abadi mereka, Paris Saint-Germain, baru saja tersingkir secara mengejutkan oleh Paris FC.
Dengan absennya PSG, Marseille kini melihat Coupe de France sebagai target trofi yang sangat realistis musim ini.
Meskipun secara historis Marseille sering terpeleset saat melawan tim-tim kecil, kali ini Roberto De Zerbi tidak mau berjudi.
Marseille tidak bisa bersantai lama. Di babak 16 besar nanti, mereka akan menjamu sesama tim elit Ligue 1, Stade Rennais, di Stadion Velodrome. Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi juara Les Phoceens. (*)
Baca juga :





